Tarif listrik untuk periode Juli hingga September 2026 dipastikan tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil pemerintah berdasarkan evaluasi indikator ekonomi makro.
Banyak pelanggan mengeluh tagihan membengkak meski pemakaian terasa sama. Hal ini wajar karena setiap golongan daya memiliki tarif yang berbeda.
Penetapan tarif triwulan III 2026 mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Empat indikator utama menjadi dasar perhitungan sebelum pemerintah memutuskan menahan kenaikan.
Daftar Tarif Listrik Juli 2026 per kWh Semua Golongan
Berikut daftar lengkap tarif listrik per kWh untuk semua golongan pelanggan PLN non-subsidi periode Juli 2026:
R-1/TR 900 VA: Rp1.352. R-1/TR 1.300 – 2.200 VA: Rp1.444,70.
R-2/R-3/TR 3.500 VA ke atas: Rp1.699,53.
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA: Rp1.444,70. B-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74.
I-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74. I-4/TT 30.000 kVA ke atas: Rp996,74.
P-1/TR 6.600 VA – 200 kVA: Rp1.699,53. P-3/TR Penerangan Jalan Umum: Rp1.699,53.
L/TR-TM-TT Semua tegangan: Rp1.644,52.
Tarif Listrik Rumah Tangga Subsidi
Pelanggan rumah tangga bersubsidi mendapatkan tarif lebih murah. Pemerintah menanggung sebagian biaya untuk daya kecil.
R-1/TR 450 VA: Rp415. R-1/TR 900 VA: Rp605.
S-1/TR 450 VA – 900 VA: Rp325 – Rp455. S-2/TM di atas 200 kVA: Rp925.
Selisih harga antara subsidi dan non-subsidi sengaja dibuat lebar. Tujuannya melindungi keluarga kurang mampu dari beban tarif tinggi.
Cara Menghitung Tagihan Listrik Bulanan
Tagihan listrik dihitung dengan mengalikan pemakaian kWh dengan tarif golongan masing-masing. Rumus ini berlaku untuk prabayar maupun pascabayar.
Langkah pertama, cek golongan daya di meteran atau aplikasi PLN Mobile. Catat total pemakaian kWh selama sebulan.
Kalikan jumlah kWh dengan tarif sesuai tabel. Tambahkan biaya beban jika berlaku untuk pascabayar.
Sesuaikan dengan pajak penerangan jalan daerah.
Contoh: pelanggan 1.300 VA dengan pemakaian 150 kWh akan membayar sekitar Rp216.705 sebelum pajak daerah.
Cek Tagihan via PLN Mobile
PLN Mobile memudahkan pemantauan riwayat pemakaian dan pembelian token. Fitur ini membantu mendeteksi lonjakan pemakaian.
Buka aplikasi, login, pilih menu Informasi, masukkan ID pelanggan, lalu klik Riwayat Pemakaian Listrik. Pilih Riwayat Penggunaan untuk pascabayar atau Riwayat Pembelian Token untuk prabayar.
Dengan rutin memantau, pelanggan bisa mengatur pola pemakaian listrik harian. Kebiasaan mencabut alat elektronik yang tidak dipakai juga membantu.
Faktor yang Memengaruhi Penyesuaian Tarif
Penyesuaian tarif dasar listrik ditentukan oleh empat indikator ekonomi makro. Keempatnya dipantau setiap tiga bulan.
Untuk periode Juli-September 2026, kurs rupiah berada di kisaran Rp16.959,32 per dolar AS. ICP tercatat sekitar 96,12 dolar AS per barel.
Inflasi berada pada angka 0,21 persen. Harga Batu Bara Acuan mengacu pada 70 dolar AS per ton sesuai kebijakan Domestic Market Obligation.
Meski indikator mengarah pada potensi kenaikan, pemerintah mempertahankan tarif untuk menjaga daya beli masyarakat dan iklim usaha.
Formula penyesuaian akan dievaluasi ulang setiap triwulan. Pelanggan disarankan memantau golongan daya dan konsumsi listrik secara rutin.