Langkah pertama, cek golongan daya di meteran atau aplikasi PLN Mobile. Catat total pemakaian kWh selama sebulan.
Kalikan jumlah kWh dengan tarif sesuai tabel. Tambahkan biaya beban jika berlaku untuk pascabayar.
Sesuaikan dengan pajak penerangan jalan daerah.
Contoh: pelanggan 1.300 VA dengan pemakaian 150 kWh akan membayar sekitar Rp216.705 sebelum pajak daerah.
Cek Tagihan via PLN Mobile
PLN Mobile memudahkan pemantauan riwayat pemakaian dan pembelian token. Fitur ini membantu mendeteksi lonjakan pemakaian.
Buka aplikasi, login, pilih menu Informasi, masukkan ID pelanggan, lalu klik Riwayat Pemakaian Listrik. Pilih Riwayat Penggunaan untuk pascabayar atau Riwayat Pembelian Token untuk prabayar.
Dengan rutin memantau, pelanggan bisa mengatur pola pemakaian listrik harian. Kebiasaan mencabut alat elektronik yang tidak dipakai juga membantu.
Faktor yang Memengaruhi Penyesuaian Tarif
Penyesuaian tarif dasar listrik ditentukan oleh empat indikator ekonomi makro. Keempatnya dipantau setiap tiga bulan.
Untuk periode Juli-September 2026, kurs rupiah berada di kisaran Rp16.959,32 per dolar AS. ICP tercatat sekitar 96,12 dolar AS per barel.
Inflasi berada pada angka 0,21 persen. Harga Batu Bara Acuan mengacu pada 70 dolar AS per ton sesuai kebijakan Domestic Market Obligation.
Meski indikator mengarah pada potensi kenaikan, pemerintah mempertahankan tarif untuk menjaga daya beli masyarakat dan iklim usaha.
>>> China Perkuat Cengkeraman Mineral Lewat Entitas Investasi Baru
Formula penyesuaian akan dievaluasi ulang setiap triwulan. Pelanggan disarankan memantau golongan daya dan konsumsi listrik secara rutin.
