Beijing meluncurkan perusahaan investasi pertambangan baru untuk memperkuat kendali China atas sumber daya mineral di luar negeri.
Langkah ini dilakukan di tengah upaya Amerika Serikat dan Eropa untuk membatasi dominasi China dalam rantai pasokan mineral global.
>>> Profil Icha Chellow, DJ yang Dilaporkan ke Polisi karena Ubah Lirik Lagu Anisa Bahar
Selama lebih dari satu dekade, perusahaan-perusahaan China telah menjadi pembeli dan pengembang aset pertambangan luar negeri yang agresif.
Beberapa perusahaan unggulan memimpin ekspansi ini, sementara pesaing Barat tertekan oleh pemegang saham untuk memangkas pengeluaran.
>>> Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel, MPLS Hari Pertama Dibubarkan
Perusahaan China memperluas produksi tembaga dan kobalt di Kongo, mengambil saham dalam proyek bijih besi utama, dan mentransformasi industri nikel Indonesia.
Namun, tantangan baru seperti tuntutan negara produsen yang semakin tinggi dan ketegangan geopolitik mendorong Beijing menambah alat pengelolaan rantai pasokan strategis.
>>> AS-Iran Kembali Memanas, RI Perlu Cermat Kelola Impor Migas
Informasi ini disampaikan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut.
