Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, terpaksa dihentikan pada Senin, 13 Juli 2026.
Pembubaran dilakukan setelah pihak sekolah menerima ancaman teror bom dari orang tak dikenal.
>>> AS-Iran Kembali Memanas, RI Perlu Cermat Kelola Impor Migas
Ancaman tersebut diterima melalui pesan singkat yang menyebutkan adanya bom di area sekolah. Pesan itu berbunyi, "Ada teror bom di SD Srengseng Sawah 15 bang.
Dekat yang jalanan ambles UI."
Peristiwa dugaan teror ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, saat para siswa sedang mengikuti upacara bendera.
Seorang guru kemudian menerima pesan berisi ancaman yang menyebut sejumlah bom telah diletakkan di lingkungan sekolah.
>>> Amman Mineral Dikabarkan Jajaki Dual Listing di Bursa Hong Kong
Setelah menerima pesan tersebut, pihak sekolah langsung mengambil keputusan untuk membatalkan seluruh kegiatan MPLS hari pertama. Para siswa dipulangkan demi menjaga keselamatan mereka.
Penyisiran oleh Tim Gegana
Pihak sekolah segera melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan berkoordinasi dengan tim Gegana Polri. Tim Gegana kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran guna memastikan kondisi sekolah benar-benar aman.
Dalam video yang diterima redaksi, terlihat para siswa SDN Srengseng Sawah mulai meninggalkan sekolah bersama orang tua masing-masing.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini 13 Juli 2026 Naik ke Rp2.762.000 per Gram
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil penyisiran.
