Pemerintah Korea Selatan berencana mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) seiring meningkatnya permintaan energi, terutama untuk mendukung kecerdasan buatan (AI).
Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik mengatakan bahwa biasanya pembangunan PLTN memakan waktu sembilan hingga sepuluh tahun. Pemerintah akan meneliti cara untuk mempersingkat jangka waktu tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Kang kepada wartawan pada Senin. Rincian lebih lanjut akan dimasukkan dalam rencana dasar pasokan dan permintaan listrik jangka panjang yang akan datang.
Tenaga nuklir semakin diminati perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia sebagai sumber energi rendah karbon yang tersedia sepanjang waktu.
Hal ini didorong oleh ledakan kebutuhan AI.