unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AI Data Center Serap Ribuan Pekerja, Tapi RI Kekurangan SDM
News

AI Data Center Serap Ribuan Pekerja, Tapi RI Kekurangan SDM

Ilustrasi pembangunan AI Data Center di Indonesia
AI Data Center Serap Ribuan Pekerja, Tapi RI Kekurangan SDM
A A Ukuran Teks16px

Pesatnya pembangunan AI Data Center di Indonesia diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja baru.

Namun, industri ini menghadapi tantangan besar karena ketersediaan sumber daya manusia (SDM) masih jauh dari kebutuhan.

Bahkan, hingga saat ini belum ada program pendidikan khusus yang mendukung bidang data center.

Hal ini disampaikan oleh Head of Talent Development & Industry Certification Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), Erick Hadi.

Menurut Erick, satu proyek pembangunan data center berskala besar dapat menyerap sekitar 900 hingga 2.000 tenaga kerja selama masa konstruksi.

Jumlah tersebut tergantung pada kapasitas fasilitas yang dibangun.

Sebagai contoh, proyek data center berkapasitas sekitar 500 megawatt (MW) yang saat ini banyak dibangun di kawasan Bekasi dan Cikarang membutuhkan sekitar 1.600 hingga 2.000 pekerja pada tahap konstruksi.

"Itu baru tahap pembangunan.

Setelah selesai dibangun masih dibutuhkan tenaga kerja untuk operasional, maintenance, sampai ekosistem pendukung lainnya," ujar Erick ditemui usai peresmian Rittal Modification Center di Cawang, Senin (6/7/2026).

Erick menambahkan, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya berasal dari operator data center.

Vendor, kontraktor, perusahaan outsourcing, hingga berbagai jasa pendukung juga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus untuk bekerja di fasilitas pusat data.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru