California meluncurkan alat canggih bernama California AI-Unemployment Tracker untuk melacak pekerjaan yang hilang akibat kecerdasan buatan (AI).
Alat ini juga memprediksi profesi dan sektor yang berisiko tinggi terdampak di masa depan.
>>> Harga Galaxy Z Flip 8 hingga Watch Ultra 2 Bocor, Siapkan Dompet
Inisiatif ini merupakan respons Gubernur Gavin Newsom terhadap adopsi AI generatif yang semakin cepat. Survei terbaru menunjukkan 20% pekerja AS sudah menggunakan AI per Oktober 2025.
Mengapa California Membutuhkan Pelacak PHK karena AI?
Dalam dua tahun terakhir, AI generatif seperti ChatGPT dan Claude telah merambah berbagai lini bisnis. Namun, dampak nyata terhadap tenaga kerja sulit diukur secara akurat.
Banyak prediksi beredar, seperti klaim bahwa AI akan menggantikan 40% pekerjaan dalam satu dekade. Tanpa data empiris, klaim tersebut hanya spekulasi dan bisa memicu kepanikan.
California AI-Unemployment Tracker hadir untuk menggantikan spekulasi dengan bukti.
Till von Wachter, Co-author dan Faculty Director California Policy Lab UCLA, mengatakan alat ini membantu memahami perubahan dan mendukung pekerja terdampak.
>>> OnePlus Ace 7 Bocor: Baterai 9.000mAh, Layar 185Hz, dan Chipset Gahar
Cara Kerja California AI-Unemployment Tracker
Alat ini menggabungkan data ketenagakerjaan resmi dari California Employment Development Department dengan indikator paparan AI.
Metrik yang dilacak meliputi jenis pekerjaan, lokasi, tingkat pendidikan, dan frekuensi penggunaan AI di tempat kerja.
Tracker ini dikembangkan bersama California Policy Lab di University of California.
Data akan diperbarui setiap bulan dan tersedia gratis untuk publik, termasuk pembuat kebijakan, akademisi, serikat pekerja, dan individu.
>>> Jangan Asal Beli Laptop Murah, Biaya Perbaikannya Bisa Lebih Mahal
Temuan awal menunjukkan bahwa pekerja dengan gelar sarjana justru lebih rentan terdampak AI. Hal ini membalikkan asumsi umum bahwa pendidikan tinggi melindungi dari otomatisasi.
