unique visitors counter
⌂ Beranda › News › GNI Akui Keuangan Sangat Berat, Sisa Satu Smelter Beroperasi
News

GNI Akui Keuangan Sangat Berat, Sisa Satu Smelter Beroperasi

Pekerja PT Gunbuster Nickel Industry di Morowali Utara
GNI Akui Keuangan Sangat Berat, Sisa Satu Smelter Beroperasi
A A Ukuran Teks16px

PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengonfirmasi rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap terhadap 1.900 karyawan.

Jumlah tersebut sekitar 30 persen dari total pekerja yang mencapai 6.300 orang.

Manajemen GNI menyatakan langkah ini terpaksa diambil karena perseroan menghadapi kondisi keuangan yang menantang. Hal itu tercermin dari proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara yang masih berlangsung.

"Perusahaan saat ini masih menghadapi kondisi keuangan yang sangat berat," demikian pernyataan manajemen GNI, Selasa (11/8/2026).

"Kondisi ini menyebabkan kemampuan keuangan perusahaan sangat terbatas, termasuk dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional."

Dalam kondisi tersebut, GNI menyatakan dua dari tiga smelter berhenti beroperasi. Perseroan hanya mempertahankan operasional satu smelter beserta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pendukungnya.

"Untuk menjaga kegiatan usaha dan mengurangi dampak terhadap karyawan, perusahaan tetap berupaya mempertahankan operasional satu smelter beserta pembangkit listrik pendukungnya sesuai dengan kebutuhan," tulis perusahaan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru