unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Duka Mendalam Menyelimuti Kabupaten Batang: Mantan Bupati Dua Periode Bambang Bintoro Wafat, Bupati Faiz Kenang Sosok Pemimpin yang 'Ngemong' Rakyat
News

Duka Mendalam Menyelimuti Kabupaten Batang: Mantan Bupati Dua Periode Bambang Bintoro Wafat, Bupati Faiz Kenang Sosok Pemimpin yang 'Ngemong' Rakyat

Duka Mendalam Menyelimuti Kabupaten Batang: Mantan Bupati Dua Periode Bambang Bintoro Wafat, Bupati Faiz Kenang Sosok Pemimpin yang 'Ngemong' Rakyat
Bambang • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Kabut duka kembali menyelimuti Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sosok pemimpin yang pernah membawa angin perubahan dan pembangunan selama satu dekade penuh, H. Bambang Bintoro, menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Mantan Bupati Batang dua periode ini meninggal dunia dalam usia 60 tahun setelah menjalani rangkaian perawatan intensif di Rumah Sakit Qolbu Islamic Medika (RS QIM) Batang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Batang yang pernah merasakan langsung sentuhan kepemimpinannya. Kabar wafatnya mantan orang nomor satu di daerah pesisir utara Jawa (Pantura) tersebut segera dikonfirmasi oleh Bupati Batang petahana, M. Faiz Kurniawan, yang turut berduka cita secara pribadi maupun atas nama pemerintah daerah.

Bupati Faiz: Sosok yang 'Ngemong' dan Dekat dengan Rakyat

Bupati M. Faiz Kurniawan secara langsung mendatangi RS QIM Batang saat proses pemulasaran jenazah berlangsung, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seniornya. Faiz menyatakan rencananya untuk kembali hadir mendampingi keluarga besar dalam prosesi pemakaman yang dijadwalkan pada Sabtu (26/9/2026).

"Saya tadi sudah ke RS QIM waktu pemulasaran jenazah. Insyaallah, saya akan ke sana lagi untuk mengantarkan beliau saat pemakaman besok," ujar Faiz dengan nada suara yang terdengar berat, Jumat (25/9).

Dalam pernyataannya, Faiz tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga mengenang Bambang Bintoro sebagai figur pemimpin yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Menggunakan istilah Jawa yang sarat makna, Faiz menggambarkan almarhum sebagai sosok yang "ngemong"—seorang pemimpin yang mengayomi, melindungi, dan membimbing rakyatnya layaknya seorang orang tua terhadap anak-anaknya.

"Beliau itu orang yang sangat baik, kepedulian sosialnya luar biasa. Beliau 'ngemong' sebagai orang tua bagi masyarakat Batang. Semasa menjabat, tentu saja banyak sekali budi baik dan program yang beliau dedikasikan untuk kemajuan daerah ini," kenang Faiz.

Faiz pun menutup pernyataannya dengan doa tulus, berharap agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan ditempatkan di tempat yang paling mulia. "Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya. Insyaallah, beliau husnul khotimah," imbuhnya.

Jejak Rekaman Kepemimpinan: "Bersama Rakyat Membangun Batang"

Nama H. Bambang Bintoro tercatat dengan tinta emas dalam sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Batang. Ia dipercaya oleh rakyat untuk memimpin daerah ini selama dua periode berturut-turut, membentang dari tahun 2002 hingga 2012.

Bambang pertama kali dilantik sebagai Bupati Batang pada 11 Februari 2002, menandai dimulainya era baru pembangunan di daerah tersebut. Kepercayaan rakyat yang begitu besar kemudian mengantarkannya kembali ke kursi orang nomor satu untuk periode kedua, yang dimulai tepat lima tahun kemudian pada 11 Februari 2007, dan berakhir pada tahun 2012.

Selama masa jabatannya, Bambang dikenal dengan slogan kepemimpinannya yang sangat merakyat: "Bersama Rakyat Membangun Batang". Slogan ini bukan sekadar jargon politik, melainkan cerminan dari filosofi kepemimpinan yang ia terapkan. Ia menempatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat sebagai unsur paling vital dalam setiap pengambilan kebijakan dan program pembangunan daerah, sehingga rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap pembangunan Batang tumbuh sangat kuat.

Persahabatan Seumur Hidup: Kenangan Manis Pj Sekda Sri Purwaningsih

Di balik sosoknya sebagai pemimpin daerah yang berwibawa, Bambang Bintoro menyimpan sisi humanis yang begitu kental, terutama bagi mereka yang mengenalnya secara pribadi. Duka yang paling mendalam juga dirasakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, yang memiliki ikatan batin istimewa dengan almarhum.

Hubungan keduanya bukanlah hubungan atasan-bawahan biasa, melainkan persahabatan yang telah terjalin sejak masa kanak-kanak. "Beliau itu teman, teman sekolah sejak kecil. Kami sama-sama bersekolah di SMP Negeri 3 Batang, kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Batang," kenang Sri dengan mata berkaca-kaca.

Persahabatan yang bermula dari seragam putih-biru di bangku sekolah tersebut tetap hangat dan tidak berubah, bahkan ketika Bambang telah menduduki jabatan tertinggi di Kabupaten Batang. Sifatnya yang ramah, rendah hati, dan jenaka membuatnya dicintai oleh banyak orang, tanpa memandang status sosial.

"Beliau itu orangnya jelas, banyak orang senang karena beliau suka bercanda, humoris, dan sangat mudah bergaul. Tidak ada jarak antara beliau dengan siapa pun," ungkap Sri, mengenang karakter almarhum yang hangat.

Sri menceritakan bahwa ia sempat menjenguk almarhum saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pertemuan yang kini menjadi momen terakhir bersama sahabat lamanya itu terjadi belum lama berselang, meninggalkan rasa kehilangan yang begitu dalam.

"Terakhir saya bertemu beliau ketika saya menjenguk bersama teman-teman di rumah sakit. Belum lama, mungkin belum sampai satu minggu yang lalu. Saya tentu sangat kehilangan. Beliau bukan hanya mantan bupati bagi saya, tetapi juga teman dan sahabat yang sudah saya kenal sejak kecil," ucap Sri dengan penuh haru.

Prosesi Pemakaman dan Penghormatan Terakhir dari Pemerintah Daerah

Sebagai bentuk penghormatan negara dan daerah terhadap jasa-jasa almarhum, Pemerintah Kabupaten Batang telah menyiapkan prosesi penghormatan terakhir yang khidmat. Tata protokol resmi pemakaman akan diterapkan secara penuh, melibatkan berbagai unsur Forkopimda dan perangkat daerah.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah H. Bambang Bintoro dijadwalkan dimakamkan pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Prosesi pemakaman akan berlangsung di Pemakaman Astana Pasekaran, Batang, yang diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan pelayat, mulai dari pejabat pemerintah, rekan-rekan sejawat, hingga masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian H. Bambang Bintoro memang menutup satu bab penting dalam sejarah kepemimpinan Kabupaten Batang. Namun, warisan nilai-nilai kepemimpinan yang mengayomi, semangat membangun bersama rakyat, serta kenangan akan sosoknya yang ramah dan bersahaja, akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Batang untuk generasi-generasi mendatang.

Selamat jalan, Pak Bupati. Terima kasih atas segala dedikasi dan budi baik yang telah Engkau berikan untuk Kabupaten Batang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru