Penelitian modern akhirnya memvalidasi catatan Dinasti Joseon berusia 300 tahun tentang asal batu makam Raja Danjong.
Institut Penelitian Warisan Budaya Nasional mengonfirmasi bahwa granit untuk makam kerajaan Danjong berasal dari Gunung Songhak di Jecheon, Provinsi Chungcheong Utara.
>>> Bakery Legendaris Sungsimdang Jadi Destinasi Wisata Teratas di Korea
Raja Danjong, penguasa keenam Joseon, digulingkan oleh pamannya pada 1455 dan diasingkan ke Yeongwol, Gangwon.
Dua tahun kemudian, ia dipaksa meminum racun pada usia 16 tahun, dan jenazahnya dibuang ke Sungai Donggang oleh pamannya yang pendendam.
Seorang kepala desa bernama Eom Heung-do berani melanggar larangan untuk menguburkan raja muda itu secara diam-diam.
Baru pada 1698, Raja Danjong dipulihkan secara anumerta, memicu renovasi besar-besaran menjadi mausoleum kerajaan bernama Jangneung.
Penelusuran Asal Batu Makam
Para peneliti memeriksa patung batu berat di Jangneung, termasuk meja batu kurban, lentera pusat, dan patung kuda.
Uji laboratorium menunjukkan semua terbuat dari biotit granit yang sama.
>>> Program Jodoh Seoul Kembali Digelar, Pasangan Pertama Siap Menikah
Catatan sejarah menyebut pejabat kerajaan mencari batu di tambang 'Jeongam' di utara Jecheon.
Dengan memetakan desa kuno, peneliti menemukan lokasinya di Sigok-ri, Songhak-myeon, kaki Gunung Songhak.
Sampling geologi dari gunung tersebut cocok persis dengan granit di makam.
Gunung Songhak dikenal menghasilkan granit premium dan pernah memiliki delapan tambang aktif.
Jarak tambang sekitar 24 kilometer dari makam, sesuai dengan jarak antara Jecheon dan Yeongwol.
Institut menyebut penemuan ini sebagai contoh penggabungan catatan sejarah dan analisis ilmiah untuk memecahkan misteri arsitektur kuno.
>>> Rahasia Diet Sung Si-kyung: Telur dan Yogurt Protein untuk Jaga Berat Badan
Makalah penelitian lengkap akan diterbitkan di jurnal akademik tahun ini, dengan rencana memperluas survei serupa untuk konservasi warisan batu Korea.
