Remco Breuker, profesor kajian Korea di Universitas Leiden, Belanda, baru saja menerbitkan terjemahan lengkap pertama "Samguk Yusa" ke bahasa Inggris.
Buku berjudul "Vestiges of the Three Kingdoms of Ancient Korea" ini diterbitkan oleh University of Hawaii Press.
>>> Museum Sejarah Seoul Buka Program Musim Panas Gratis untuk Anak
Karya setebal 570 halaman ini merupakan terjemahan lengkap dan beranotasi dari naskah abad ke-13 yang disusun oleh biksu Iryeon pada akhir periode Goryeo.
Buku ini berisi kumpulan cerita rakyat dan legenda dari periode Tiga Kerajaan dan sebelumnya.
Hasil Dedikasi Tiga Generasi
Proyek ini dimulai oleh Frits Vos (1918-2000) di Universitas Leiden beberapa dekade lalu. Vos membantu meletakkan dasar kajian Korea di Eropa.
Kemudian dilanjutkan oleh muridnya, Boudewijn Walraven, dan akhirnya diselesaikan oleh Breuker, murid dari Walraven.
Breuker mengaku butuh 16 tahun untuk memfinalisasi dan menganotasi draf yang awalnya dimulai oleh Vos.
"Karena Profesor Vos telah menerjemahkan sekitar 90 persen, awalnya saya pikir kami bisa selesai dalam tiga tahun, tapi itu salah perhitungan," ujarnya.
"Secara pribadi, menyelesaikan terjemahan yang dimulai oleh mentor yang membuka jalan bagi kajian Korea ini sangat berarti."
Terjemahan Langsung dari Teks Asli
Berbeda dengan terjemahan sebelumnya, edisi ini diterjemahkan langsung dari teks asli yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Tionghoa klasik.
Ada juga elemen hyangchal, sistem penulisan kuno yang menggunakan karakter Tionghoa untuk mewakili bahasa Korea vernakular.
Buku ini memiliki lebih dari 2.000 catatan kaki yang mencerminkan kajian modern.
"Samguk Yusa ditulis 99 persen dalam bahasa Tionghoa klasik dan satu persen dalam puisi Korea kuno," jelas Breuker.
"Terjemahan lama tidak dianotasi seperti ini. Lebih penting lagi, itu adalah terjemahan dari terjemahan.
