unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Benteng Suku Celtic Kuno Ditemukan di Bawah RSUD Paris, Bukti Lutetia Galia
News

Benteng Suku Celtic Kuno Ditemukan di Bawah RSUD Paris, Bukti Lutetia Galia

Ilustrasi benteng suku Celtic kuno yang ditemukan di bawah RSUD Paris
Benteng Suku Celtic Kuno Ditemukan di Bawah RSUD Paris, Bukti Lutetia Galia
A A Ukuran Teks16px

Tim arkeolog menemukan sisa benteng suku Celtic pra-Romawi dari Lutetia di bawah halaman RSUD Hôtel-Dieu di Paris, Prancis.

Penemuan struktur pertahanan kuno yang tertulis dalam catatan Perang Galia karya Julius Caesar ini menjadi bukti material pertama keberadaan pemukiman tersebut di Île de la Cité.

Ekskavasi dipimpin David Couturier dari Departemen Sejarah Arsitektur dan Arkeologi Paris bersama Institut Nasional untuk Penelitian Arkeologi Preventif.

Penelitian yang berlangsung sejak Februari 2026 awalnya bertujuan mencari hunian abad pertengahan.

Namun, tim justru mendapati tembok batu dan kayu sepanjang 20 meter dengan jejak kebakaran hebat.

Struktur dan Artefak yang Ditemukan

Struktur tembok memuat sisa material terbakar, seperti bagian depan yang hangus, biji-bijian, hingga peninggalan kayu.

Fondasi tersebut juga didukung platform buatan setebal dua meter dari pasir dan kerikil di bagian belakangnya.

Kurator warisan dan manajer teritorial Paris di Layanan Arkeologi Regional (DRAC Île-de-France) Dorothée Chaoui-Derieux menerangkan karakteristik arsitektur benteng tersebut.

"Arsitektur tembok, dengan blok-blok besar dan sistem balok yang saling terkait, langsung membuat kami percaya bahwa itu adalah tembok tradisi Galia," jelas Chaoui-Derieux.

Temuan artefak keramik yang sezaman dengan masa kepemimpinan Caesar serta bekas pembakaran makin menguatkan dugaan keberadaan pemukiman kuno ini.

"Hasil awal penanggalan karbon-14 pada elemen kayu menunjukkan rentang waktu antara 200 dan 10 SM. Selain itu, sebuah mata tombak Galia ditemukan di kaki tembok," imbuh Chaoui-Derieux.

Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pegard memberikan penjelasannya terkait temuan bersejarah ini.

"Kita mungkin sedang melihat salah satu sisa peninggalan terpenting yang pernah ditemukan untuk memahami Lutetia Galia.

Kehati-hatian ilmiah mengharuskan fungsi dan kronologinya masih perlu diverifikasi, tetapi konvergensi bukti sangat luar biasa," kata Pegard.

Sebelumnya, lokasi pasti Lutetia Galia hanya didasarkan pada catatan tulisan Perang Galia karya Julius Caesar dari tahun 53 SM dan 52 SM.

Kurator arkeologi regional Kementerian Kebudayaan Prancis Stephane Deschamps menegaskan signifikansi penemuan fisik ini.

"Penemuan ini mengisi kekosongan arkeologis. Selama berabad-abad, lokasi Lutetia telah diperdebatkan.

Karena kurangnya bukti nyata di Île de la Cité, beberapa orang bahkan menyarankan lokasi di Nanterre.

Hari ini, dengan tembok ini dan konteksnya, kita mungkin memegang kunci misteri tersebut," ungkap Deschamps.

Keberadaan benteng di Île de la Cité menepis spekulasi lokasi lain sekaligus mengonfirmasi bahwa kota modern Paris dibangun tepat di atas pemukiman awal suku Parisii.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru