Aktor Swann Arlaud turun langsung ke jalan untuk mendukung aksi mahasiswa dan pelajar yang menuntut perombakan pendidikan di Paris, Prancis, awal pekan ini.
Pria berusia 44 tahun itu terlihat bergabung di tengah barisan massa aksi di Boulevard Voltaire, Paris, pada Selasa (6/10).
Dengan pakaian kerja biru dan sepatu kets, bintang film Anatomy of a Fall dan Notre Salut itu menyampaikan pesan singkat kepada para demonstran.
"Tetap semangat untuk kalian," ujar Arlaud saat terekam kamera jurnalis independen Paul Larrouturou seperti diberitakan Le Figaro pada Kamis (8/10).
Arlaud memilih tidak menjawab pertanyaan lanjutan dari jurnalis di lokasi. Ia menilai kehadirannya di tengah aksi sudah cukup memperjelas arah dukungannya.
Sikap ini memperpanjang rekam jejak keterlibatannya dalam berbagai gerakan sosial dan politik.
Ia sebelumnya dikenal terbuka mendukung gerakan MeToo, aksi protes kelompok Rompi Kuning (Gilets Jaunes), hingga menandatangani petisi anti-Bolloré di Festival Film Cannes.
Dukungan dari Kalangan Seniman
Gelombang dukungan terhadap gerakan mahasiswa dan pelajar ini juga mengalir dari jajaran pemeran film Les Misérables.
Aktris Camille Cottin menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan para siswa yang melakukan aksi pemblokiran.
Cottin, yang memerankan karakter Madame Thénardier, menyoroti kemiripan situasi aksi pelajar saat ini dengan adegan barikade dalam film adaptasi karya Victor Hugo tersebut.
Menurutnya, menyaksikan pemblokiran pelajar yang menyuarakan penolakan terhadap kelompok sayap kanan memberikan kesan emosional tersendiri.
Sikap senada disampaikan aktor Tahar Rahim yang melakoni peran Inspektur Javert.
Saat hadir dalam program Quotidien, Rahim melayangkan pujian atas keberanian para generasi muda yang menyuarakan aspirasi di jalanan.
"Mereka berjuang untuk anak-anak kita, untuk seluruh tenaga pendidik, para guru, untuk semua orang, dan demi masa depan.
Jadi ya, saya sepenuhnya mendukung mereka," tutur Rahim.
Dukungan serupa turut disuarakan oleh penyanyi sekaligus aktris Louane, serta pembuat konten populer Prancis seperti Squeezie dan Lena Situations.
Sementara itu, kreator konten Tibo Inshape memberikan catatan bernuansa lain dengan menyayangkan minimnya alokasi anggaran pendidikan nasional, seraya mengecam aksi perusakan yang dilakukan oknum.
Aksi unjuk rasa yang membendung jalanan Paris dan berbagai wilayah Prancis sepanjang Oktober 2026 ini diusung para pelajar dengan sokongan tenaga pendidik.
Gelombang protes tersebut disulut oleh krisis kronis yang menimpa sistem pendidikan publik, di samping meningkatnya tekanan biaya hidup.
Para demonstran menuntut solusi cepat atas krisis kelangkaan dan kekosongan guru, kepadatan jumlah siswa dalam satu kelas yang rata-rata mencapai 32 hingga 35 orang, serta kondisi fasilitas sekolah yang kian memprihatinkan dan tidak layak.