unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Paus Leon XIV di Paris: Pidato Perdamaian di UNESCO dan Malam Doa Bersama 80.000 Pemuda
News

Paus Leon XIV di Paris: Pidato Perdamaian di UNESCO dan Malam Doa Bersama 80.000 Pemuda

Paus Leon XIV menyampaikan pidato di Markas UNESCO Paris
Paus Leon XIV di Paris: Pidato Perdamaian di UNESCO dan Malam Doa Bersama 80.000 Pemuda
A A Ukuran Teks16px

Paus Leon XIV memulai perjalanan apostolik kelimanya di Prancis dengan menyampaikan pidato di Markas UNESCO, Paris, dan memimpin ibadat bersama puluhan ribu pemuda di Stade de France pada Jumat, 25 September 2026.

Kunjungan Pemimpin Gereja Katolik Dunia ini disambut antusiasme warga serta penganut Katolik dari berbagai penjuru negara.

Kehadirannya memicu pengerahan pengamanan berskala besar di ibu kota Prancis.

Kehadiran Paus Leon XIV di Markas UNESCO mencatatkan sejarah sebagai kedatangan Pemimpin Gereja Katolik pertama sejak kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980.

Seruan Perdamaian dan Martabat Manusia

Dalam pidato sepanjang 11 halaman yang disampaikan dalam bahasa Prancis dan Inggris, Paus menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara di bidang pendidikan, sains, dan kebudayaan.

Menurutnya, kerja sama itu bertujuan menjaga perdamaian dunia serta martabat manusia.

"Membangun dunia yang adil bersama-sama adalah landasan utama dari kerja sama internasional," kata Paus Leon XIV.

Ia mengingatkan bahwa kemajuan zaman dan kemunculan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) harus tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pusat perhatian utama.

"Sebagai seorang gembala, saya menyampaikan kepada Anda sekalian warta Gereja, yang senantiasa menjadikan dirinya 'pesan dan dialog' bagi seluruh bangsa, perempuan, dan laki-laki berkehendak baik," ujar Paus Leon XIV.

Paus juga menyoroti peran pendidikan yang tidak sekadar memberikan akses pengetahuan.

Pendidikan harus menjawab pertanyaan mendasar mengenai makna menjadi seorang manusia.

"Tidak ada pendidikan yang lengkap jika tidak menyentuh persoalan makna kehidupan," kata Paus Leon XIV.

Usai menghadiri agenda diplomatik dan kebudayaan di UNESCO, Paus menyapa warga yang berkumpul di sepanjang jalanan Paris dengan mengendarai papamobile.

Vatikan mencatat sekitar 300.000 orang memadati jalur lalu lintas untuk melihat langsung rombongan Paus sebelum menuju lokasi veillée atau malam doa bersama.

Pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 waktu setempat, Paus Leon XIV tiba di Stade de France, Saint-Denis, dan disambut sorak-sorai sekitar 80.000 pemuda Katolik.

Acara tersebut diisi dengan konser musik pop-pujian, dialog interaktif, serta penghormatan pada relikui kain suci Kristus dari Argenteuil.

Panitia penyelenggara mengerahkan pengamanan ketat yang melibatkan 15.000 personel polisi dan tentara, 17.000 relawan, serta mengakreditasi 2.500 jurnalis dengan total anggaran mencapai 27 juta euro.

Mantan Direktur Sumber Daya Manusia Angkatan Darat Prancis, Jenderal Hervé Wattecamps, ditunjuk oleh Keuskupan Paris untuk memimpin kesiapan logistik dan penerimaan Paus.

Paus diperkirakan menghadiri sekitar satu juta partisipan selama dua hari kunjungan.

Kunjungan ini juga menyoroti evolusi hubungan antara Vatikan dan konsep laisitas (pemisahan agama dan negara) di Prancis.

Konsep tersebut kini dipandang Rome secara lebih nuansa sebagai pemisah kekuasaan yang menjamin kebebasan beragama.

Rangkaian agenda Paus Leon XIV di Paris dijadwalkan berlanjut pada Sabtu, 26 September 2026, dengan puncak acara berupa Misa Agung di Place de la Concorde dan kawasan Champs-Élysées.

Misa Agung tersebut diperkirakan dihadiri oleh 600.000 umat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru