OpenAI dikabarkan menawarkan 5 persen sahamnya kepada pemerintah Amerika Serikat.
Nilai kepemilikan itu mencapai sekitar 42,6 miliar dolar AS atau setara Rp765 triliun berdasarkan valuasi perusahaan sebesar 852 miliar dolar AS pada Maret 2026.
>>> Bocoran Tampilan Galaxy Watch 9 & Ultra 2: 5 Watch Face Baru di One UI 9.0
Laporan eksklusif dari Financial Times mengutip dua sumber internal menyebut proposal ini bagian dari upaya OpenAI meredakan tekanan politik yang meningkat terhadap industri kecerdasan buatan (AI).
Latar Belakang Proposal
Gagasan pemerintah AS memiliki saham di OpenAI bukan hal baru. Sejak awal 2025, CEO OpenAI Sam Altman telah menyampaikan ide ini kepada pemerintahan Trump.
Altman meyakini keuntungan ekonomi dari ledakan AI seharusnya tidak hanya dinikmati segelintir investor swasta, melainkan juga masyarakat luas.
Pada April 2026, OpenAI memperkuat gagasan tersebut dengan mengusulkan pembentukan "public wealth fund". Dana kekayaan publik ini akan memegang aset di berbagai perusahaan AI ternama.
>>> Fitur "Online Sekarang" WhatsApp Akhirnya Hadir di iOS, Begini Cara Kerjanya
Melalui mekanisme ini, setiap warga AS berpotensi menjadi mitra dalam revolusi AI. Model ini mirip dengan dana minyak Norwegia atau Alaska Permanent Fund.
Mantan Presiden Donald Trump merespons positif gagasan tersebut. Trump pernah menyebut kepemilikan pemerintah di perusahaan AI sebagai "hal yang indah".
Trump sebelumnya pernah mengambil saham di perusahaan teknologi seperti Intel dan IBM selama masa jabatannya. Hal ini menunjukkan intervensi negara dalam sektor strategis bukan hal tabu di AS.
>>> Pangeran Harry ke London Sendirian, Reuni Raja Charles dan Cucu Molor
Tekanan Regulasi dan Ancaman Geopolitik
Proposal OpenAI muncul di tengah tekanan regulasi domestik yang meningkat dan ancaman geopolitik dari China. Langkah ini dinilai sebagai strategi bertahan dari regulasi ketat yang mungkin diterapkan.
