unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Kafe Avatar di Seoul Bantu Atasi Isolasi Sosial Kaum Muda

Kafe Avatar di Seoul Bantu Atasi Isolasi Sosial Kaum Muda

Kafe Avatar di Seoul Bantu Atasi Isolasi Sosial Kaum Muda
Ilustrasi: Kafe Avatar di Seoul Bantu Atasi Isolasi Sosial Kaum Muda
A A Ukuran Teks16px

Sebuah kafe pop-up di Seoul menggunakan avatar virtual untuk membantu kaum muda yang mengalami isolasi sosial berinteraksi dengan pelanggan.

Program ini berlangsung selama tiga hari pada 23-25 Juni di kawasan Seongsu-dong.

>>> Arsip Kerajaan Dinasti Joseon Dipamerkan di Busan

Pelanggan yang memesan minuman berinteraksi dengan karakter virtual di layar kios, bukan menu standar. Mereka bisa mengobrol tentang topik ringan seperti lagu favorit atau preferensi musim.

Di balik avatar tersebut, terdapat enam pemuda yang mengalami kesulitan bersosialisasi. Mereka mengoperasikan karakter dari ruang terpisah di lantai empat gedung kafe, mengamati pelanggan melalui monitor.

Teknologi sebagai Jembatan Sosial

Acara ini digelar oleh Korea Youth Foundation, National Health Insurance Service (NHIS) Seoul-Gangwon Regional Headquarters, social enterprise Not Scary Company, dan startup IT Overthehand.

in2

Sekitar 700 pelanggan berpartisipasi selama tiga hari.

Jin Seung-bae, manajer NHIS, mengatakan bahwa pemuda yang lama tidak bersosialisasi akan merasa kesulitan jika langsung terjun ke dunia nyata.

Avatar memberikan tekanan yang lebih rendah untuk reintegrasi bertahap.

Seorang peserta dengan nama panggilan Som-meon-ji mengaku nyaman berbincang dengan pelanggan. "Meski pandanganku mengembara, aku tidak perlu khawatir dengan penilaian orang," katanya.

Teknologi menyembunyikan gerak-gerik yang dianggap mengganggu.

>>> Jogye Order Promosikan Budaya dan Kuliner Buddhis di Sela Sidang UNESCO Busan

Dukungan dan Langkah Selanjutnya

Penyelenggara menyediakan kartu percakapan dengan pertanyaan ringan di depan kios. Pelanggan juga diberi panduan untuk fokus pada momen saat ini dan tidak menanyakan pengalaman isolasi masa lalu.

Peserta lain, Sogeum, mengaku awalnya berjalan menunduk ke kafe, tetapi setelah program ia berani menyapa orang yang berjalan-jalan dengan anjing.

"Aku mendapat kepercayaan diri dari percakapan itu," ujarnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot