Samsung resmi menaikkan biaya perbaikan smartphone di Korea Selatan. Kenaikan ini berlaku untuk harga material perbaikan yang naik rata-rata 5 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada sektor lain, seperti material perbaikan peralatan rumah tangga yang naik 9 persen. Hal ini diungkapkan oleh media lokal The Chosun.
>>> Asus A14 Air 2026: Laptop 990g Lebih Ringan dari MacBook Air, Pakai Ryzen 9
Secara nominal, biaya perbaikan smartphone rata-rata menjadi lebih mahal KRW 11.000. Jumlah tersebut setara dengan sekitar $7,37, €6,45, £5,50, atau ₹705.
Sebagian besar biaya perbaikan, yakni 80 persen, berasal dari harga suku cadang. Sementara itu, biaya tenaga kerja dan jasa layanan tidak mengalami perubahan.
“Biaya material telah meningkat, sehingga menyebabkan kenaikan harga yang tidak dapat dihindari. Biaya tenaga kerja dan jasa layanan tetap sama seperti sebelumnya,” ujar seorang pejabat Samsung Electronics Service.
>>> Lenovo Legion C700 Resmi Diteaser, Handheld Cloud Gaming dengan Tencent START
LG Electronics memilih untuk tidak menaikkan biaya perbaikan peralatannya untuk saat ini. Namun, LG sudah tidak lagi memproduksi ponsel.
Kenaikan harga ini dipicu oleh melonjaknya harga bahan baku seperti tembaga dan emas. Ketidakstabilan di Timur Tengah disebut sebagai salah satu faktor penyebabnya.
Seorang produsen yang tidak disebutkan namanya melaporkan kepada Kementerian UKM dan Startup Korea bahwa harga bahan baku melonjak sekitar 60 persen pada paruh pertama tahun ini akibat kelangkaan pasokan.
>>> Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 Hadir dengan Chipset Baru dan Baterai Lebih Besar
Meskipun laporan ini khusus untuk Korea Selatan, situasi serupa diperkirakan terjadi di berbagai negara lain. Samsung sebelumnya juga telah menaikkan harga jual beberapa ponsel di sejumlah wilayah.

