Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Kondisi ini dipengaruhi oleh padatnya agenda ekonomi global, meningkatnya tensi geopolitik, serta perhatian investor terhadap pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI).
>>> Mazaki Ahmad Kerja Apa dan Umur Berapa? Profil Calon Suami Dea Annisa
Phintraco Sekuritas menyebut perhatian pasar global masih tertuju pada konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak sempat terkoreksi setelah muncul laporan bahwa Pakistan tengah mempertimbangkan jalur negosiasi perdamaian baru antara AS dan Iran yang didorong China.
Di sisi lain, kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump terhadap barang dari 80 negara juga menjadi sorotan.
>>> 5 Rekomendasi HP Anak Sekolah Harga Terjangkau, Mulai Rp1 Jutaan
Kebijakan tersebut langsung digugat oleh dua pelaku usaha beberapa jam setelah diberlakukan.
Investor juga akan mencermati hasil rapat Federal Reserve (The Fed), rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal II-2026, inflasi PCE, serta laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi.
Dari Eropa, pasar menunggu data PDB, inflasi Zona Euro, dan keputusan suku bunga Bank of England.
>>> Korban Penembakan Seattle Jadi 3 Orang, Remaja 15 Tahun Ditangkap
Sementara dari Asia, perhatian akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Japan serta pertemuan Politbiro China.
