Saldo Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) mencapai Rp74,86 triliun per Juni 2026. Angka ini menjadi bukti kepercayaan publik terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menyebut pencapaian ini bukan sekadar angka di neraca.
>>> Pentas Seni HUT RI ke-81: Karang Taruna Ratu Jaya Usung Tema Melodi Masa Sekolah
Di baliknya terdapat kepercayaan masyarakat yang dihimpun dan dikelola secara prudent oleh BPD.
Dana tersebut kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM, dan dunia usaha.
Hal ini disampaikan Agus pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu.
Transformasi Digital Simpeda
Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan adalah beradaptasi dengan perubahan perilaku nasabah. Nasabah membutuhkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam transaksi harian.
Asbanda mendorong seluruh BPD untuk memperkuat ekosistem digital Simpeda. Mulai dari fitur pembayaran, transfer, belanja, hingga transaksi merchant.
"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung," ujar Agus. Ia ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, modern, digital, dan mudah digunakan.
>>> Fakta Rizky Irmansyah: Kasespri Prabowo yang Bukan TNI, Ini Latar Belakangnya
Transformasi digital ini diharapkan memperkuat daya saing Simpeda sebagai sumber dana ritel yang sehat. Hal ini penting untuk menopang fungsi intermediasi perbankan di daerah.
Kekuatan Jaringan 27 BPD
Salah satu keunggulan utama Simpeda adalah posisinya sebagai produk bersama dari 27 BPD di seluruh Indonesia.
Kedekatan dan keunggulan lokal masing-masing BPD dapat menjadi retail banking franchise berskala nasional jika terkoneksi dengan baik.
"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional," kata Agus.
Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin dihubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar.
Asbanda berkomitmen untuk terus memacu inovasi produk, pembenahan user experience digital, perluasan ekosistem pembayaran, serta peningkatan kualitas layanan.
>>> Iran: Negara yang Ikut Sanksi AS Dianggap Musuh
Hal ini agar Simpeda makin diminati berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.
