Dunia hiburan berduka. Legenda musik country Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun, Selasa (25/8).
Kabar duka ini disampaikan oleh keponakannya, Bryan Seaver, melalui sebuah video di Instagram. Ia mengungkapkan bahwa pengumuman tersebut dibuat sesuai permintaan sang bibi beberapa tahun lalu.
"Ini adalah sebuah kehormatan, kehormatan yang bercampur dengan rasa bangga yang luar biasa sekaligus kesedihan yang mendalam. Namun, kesedihan itu milik kita, bukan milik Dolly," kata Bryan Seaver.
"Dolly telah hidup dalam cahaya dan kini berada dalam pelukan Yesus; ia pastilah telah disambut oleh Carl, orang tuanya, serta tak terhitung banyaknya orang lain yang selama ini memperhatikan dan merindukan perjumpaan dengannya di surga."
Perjalanan dari Gadis Desa
Dolly Rebecca Parton lahir di Pittman Center, Tennessee pada 1946. Ia merupakan salah satu dari 12 bersaudara, dan keluarganya hidup dalam kondisi kurang mampu.
Dalam sebuah wawancara, Parton pernah bercerita bahwa makanan yang tersedia sering kali tidak cukup untuk seluruh anggota keluarga.
Bakat musiknya sudah terlihat sejak kecil. Di usia 6 tahun, ia memainkan gitar pertamanya dan bernyanyi di gereja milik kakeknya.
Setahun kemudian, ia mulai menulis lagu.
Penampilan mencolok yang menjadi ciri khasnya juga sudah tampak sejak muda. Ia selalu ingin tampil cantik dengan pakaian ketat, riasan mencolok, kuku panjang, dan bibir merah.
Setelah lulus SMA, ia pindah ke Nashville pada 1964. Di sana, ia tampil di berbagai klub dan menulis lagu untuk artis lain.
Berkat lagu-lagu tersebut, ia bisa keluar dari pegunungan dan melihat dunia luar.
Ia pun dilirik oleh bintang country Porter Wagoner dan direkrut untuk tampil di The Porter Wagoner Show.
"Saya akan selalu menjadi musisi country karena saya adalah seorang gadis desa. Gaya saya mencerminkan jiwa dan perasaan saya.
Melalui lagu-lagu, saya akan mengungkapkan kepada dunia hal-hal yang tidak sanggup saya sampaikan kepada ibu saya," ujarnya dalam wawancara pada 1975.
Karier dan Karya Legendaris
Perlahan tapi pasti, karya-karyanya di skena musik country mendapat pengakuan. Pada 1971, ia meraih posisi pertama di tangga lagu country lewat lagu "Joshua".
Di tahun yang sama, "Coat of Many Colors" menempati urutan keempat.
Lagu "Jolene" yang masih populer hingga sekarang sempat menduduki peringkat pertama dan masuk daftar Billboard Hot 100 ketika dirilis pada 1973.
Pada 1974, ia memutuskan berhenti tampil di The Porter Wagoner Show dan menulis "I Will Always Love You" sebagai salam perpisahan untuk Wagoner.
Lagu ini langsung menduduki puncak tangga lagu musik.
Lagu tersebut menjadi megahit ketika dinyanyikan oleh Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992.
"Saat itulah saya merasakan nilai diri saya sebagai seorang penulis lagu. Saya berpikir, 'Ini adalah bakat saya, dan saya akan memanfaatkannya sebaik mungkin'," ungkap Parton di 2015.
Tak hanya bermusik, Parton juga terjun ke dunia film. Pada 1980, ia membintangi "9 to 5" bersama Lily Tomlin dan Jane Fonda.
Kemudian menyusul "The Best Little Whorehouse in Texas" (1982), "Rhinestone" (1984), "Steel Magnolias" (1989), dan "Joyful Noise" (2012).
Meski rajin tampil di layar perak, Parton tetap setia pada akar bermusiknya. Pada 1987, ia merilis album "Trio" berkolaborasi dengan Linda Ronstadt dan Emmylou Harris.
"Kami tidak selalu sependapat, tetapi kami menghasilkan paduan suara yang luar biasa.
Album Trio pertama kami adalah salah satu karya musik terbaik yang pernah saya ikuti," ujarnya pada 2003.
Sepanjang kariernya, Parton telah membawa pulang satu penghargaan Emmy, 11 Grammy, 10 penghargaan Country Music Association, tujuh penghargaan Academy of Country Music, tiga American Music Awards, serta meraih dua nominasi Academy Award dan satu Oscar kehormatan.
Ia juga pernah memenangkan penghargaan Entertainer of the Year dari Country Music Association.
Kisah hidupnya diadaptasi menjadi pertunjukan musikal "Dolly: A True Original Musical" yang tayang pada Juli 2025. Rencananya, pertunjukan ini akan diadaptasi ke Broadway tahun ini.
Perjuangan di Akhir Hidup
Usia tak menghalanginya untuk terus bermimpi dan berkarya. Namun, setelah kepergian sang suami, Carl Dean, pada Maret 2025, kondisi kesehatannya kian menurun.
Ia mengaku ada beberapa masalah kesehatan yang diabaikannya selama mendampingi sang suami.
Ini bukan pertama kalinya Parton mengalami masalah kesehatan.
Di awal 1980-an, ia pernah rehat selama beberapa bulan karena masalah kesehatan kewanitaan dan juga berjuang dengan masalah berat badan.
Di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja, Parton masih sempat berkelakar.
"Dulu saya sering bercanda bahwa saya adalah 'Ratu Tabloid', tapi sekarang mungkin saya bisa menyebut diri saya sebagai 'Ratu AI Media Sosial'!"
katanya.
"Tapi serius, meskipun saya masih dalam masa pemulihan, saya tetap bekerja!
Anda tentu mengenal saya, saya telah mewujudkan impian-impian besar dan masih banyak hal yang ingin saya capai, jadi saya akan terus bekerja selama saya mampu demi melihat semua itu menjadi kenyataan."
Selang beberapa hari setelahnya, Parton berpulang. Namun, karya-karya serta semangatnya tetap terpatri dalam benak banyak orang.
Seaver berkata sang bibi sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin beristirahat dalam hamparan kapas lembut dan nyaman.
Keinginan ini muncul sebab sepanjang hidupnya ia telah mengenakan kostum bertabur batu permata imitasi yang berat.
"Beristirahatlah dengan tenang, Bibi Dolly, Bibi, Nenek, Gigi. Semoga Tuhan memberkati Dolly Parton, dan semoga Tuhan memberkati Anda semua.
Ia akan selalu menyayangi kalian," pungkasnya.