Sepak bola Banjarmasin kehilangan salah satu pemain mudanya. Ahmad Rifky Izza Maulana, pemain Persenus Nusantara musim 2024/2025, meninggal dunia pada 4 November 2026. Ia berpulang pada usia 23 tahun, sebagaimana keterangan akun Instagram @mrizkicahyairvandi yang dikutip dalam laporan ini.
Kabar duka tersebut diumumkan Persenus Nusantara lewat akun Instagram resmi @persenusofficial. Klub menyampaikan doa bagi keluarga besar Izza agar diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan. Almarhum meninggalkan seorang istri. Akun @mrizkicahyairvandi juga membagikan undangan salat jenazah almarhum di Masjid Al Jihad Banjarmasin, tanpa rincian waktu salat jenazah maupun lokasi pemakaman dalam laporan ini.
Penyebab Kepergiannya Belum Diumumkan
Sampai saat ini, belum ada penyebab kematian yang diumumkan secara resmi. Keluarga dan klub belum memberikan penjelasan lengkap mengenai kepergian Rifky.
Di media sosial sempat muncul pembicaraan warganet yang mengaitkan kepergiannya dengan dugaan gangguan paru-paru. Namun pembicaraan itu belum mendapat konfirmasi dari keluarga maupun Persenus Nusantara, sehingga tidak bisa dijadikan kepastian mengenai penyebab wafatnya sang pemain.
Pernah di Asifa Malang, Pernah Jadi Finalis Mister Teen
Karier sepak bola Rifky tidak hanya tercatat bersama Persenus Nusantara. Ia sebelumnya pernah menjadi bagian dari Asifa Malang — akademi yang disebut dilatih oleh mantan pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. Kesan baik tentang dirinya datang dari akun @p_nthi, yang pernah mengenal Rifky semasa sama-sama berada di lingkungan Asifa Malang dan menyebutnya sebagai orang baik.
Menariknya, perjalanan Rifky tidak melulu soal sepak bola. Pada 2021 ia mengikuti ajang Mister Teen Indonesia dan berhasil masuk sebagai finalis, berdampingan antara lain dengan peserta asal Jawa Timur, Mohammad Akbar Ahmed.
Laporan ini tidak menyebutkan posisi bermain Rifky, kompetisi yang diikuti Persenus Nusantara, tempat dan waktu ia mengembuskan napas terakhir, maupun statistik kariernya. Di tengah keterbatasan keterangan resmi itu, satu hal yang pasti: sepak bola Kalimantan Selatan baru saja kehilangan pemain muda yang pergi terlalu cepat.
