Anggota DPR RI Zulfikar Achmad meninggal dunia pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 16:30 WIB, namun penyebab wafatnya tidak diungkap ke publik.
Informasi berpulangnya Zulfikar disampaikan melalui unggahan belasungkawa resmi DPR RI di akun Instagram @dpr_ri. Dalam kabar yang beredar, Zulfikar sempat menjalani perawatan di RS Premier Jakarta sebelum mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 80 tahun.
Pertanyaan mengenai sakit apa yang diderita almarhum menjadi hal yang banyak dicari publik. Akan tetapi, hingga kini tidak ada keterangan resmi yang menyebutkan nama penyakit atau diagnosis tertentu, baik dari sumber medis maupun dari pihak keluarga. DPR RI memilih menjaga privasi keluarga almarhum, sehingga penyebab meninggalnya Zulfikar tidak dibuka ke publik.
Sikap tertutup itu tentu patut dihormati. Di tengah suasana duka, keluarga berhak menentukan sendiri informasi apa yang disampaikan ke masyarakat.
Profil Singkat Almarhum
Zulfikar Achmad lahir pada 17 Mei 1946. Ia adalah suami dari Netty Herlina dan ayah dari empat orang anak. Pengabdiannya di pemerintahan dimulai dari daerah: ia menjabat Bupati Bungo selama satu dasawarsa, pada 2001–2011.
Setelah memimpin Bungo, ia melanjutkan karier ke tingkat nasional sebagai anggota DPR RI sejak 2014 dan duduk di Senayan hingga akhir hayatnya.
Bukan Alumni Jawa Timur
Sebagian perbincangan publik juga menanyakan apakah Zulfikar merupakan alumni dari Jawa Timur. Jawabannya, tidak. Riwayat pendidikannya menunjukkan ia bersekolah di Jambi, tanah kelahirannya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Tata Laksana Pelayaran Niaga (ATPN) Veteran di Jakarta dan meraih gelar sarjana dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai rencana pemakaman maupun hal-hal lain terkait kepergian almarhum. DPR RI dan segenap pihak yang mengenalnya menyampaikan duka cita yang mendalam.
Semoga Zulfikar Achmad beristirahat dengan tenang, dan keluarga yang ditinggalkan—istri serta keempat anaknya—diberi kekuatan dan ketabahan.
Kabar duka dari Senayan ini menjadi pengingat bahwa di balik jabatan publik, ada keluarga yang sedang berduka dan berhak atas ketenangan. Zulfikar Achmad akan dikenang sebagai putra Jambi yang meniti jalan dari memimpin Kabupaten Bungo hingga menjadi anggota parlemen nasional sejak 2014. Selama masa pengabdiannya, ia dikenal sebagai wakil rakyat daerah pemilihan Jambi yang konsisten hadir bagi konstituennya. Rekan-rekan di DPR RI, masyarakat Bungo, dan masyarakat Jambi pada umumnya menyampaikan duka cita atas kepergiannya. Apabila di kemudian hari keluarga menyampaikan keterangan lanjutan mengenai penyebab wafat atau prosesi pemakaman, informasi itu akan menjadi pelengkap kabar duka ini. Untuk saat ini, doa dan penghormatan menjadi hal terpenting yang dapat diberikan kepada almarhum dan keluarganya.
Sambil menunggu apabila ada keterangan lanjutan dari keluarga, publik dapat mengenang almarhum melalui karya dan pengabdiannya. Dari Bungo hingga Senayan, perjalanan Zulfikar Achmad adalah perjalanan seorang putra daerah yang dipercaya berkali-kali oleh rakyatnya.
