WASHINGTON — Peta kekuasaan di Washington berubah. Proyeksi hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang digelar Selasa (3/11/2026) menempatkan Partai Demokrat sebagai pemenang di kedua kamar Kongres sekaligus — DPR AS dan Senat — yang sebelumnya sama-sama berada dalam genggaman Partai Republik.
Perubahan ini berarti satu hal bagi Presiden Donald Trump: untuk pertama kalinya sejak kembali berkuasa pada Januari 2025, ia akan menjalani dua tahun terakhir masa jabatannya dengan Kongres yang dikuasai partai oposisi.
Angka Proyeksi di Dua Kamar
Berdasarkan proyeksi sejumlah media internasional, Demokrat diperkirakan menguasai 54 kursi Senat, termasuk dua senator independen yang bersekutu dengan mereka, sedangkan Republik diperkirakan meraih 44 kursi. Sebelum pemilu, Senat dikuasai Republik 53 berbanding 47.
Di DPR AS, Demokrat sementara mengamankan sedikitnya 228 kursi dari total 435 kursi — sudah melewati ambang mayoritas 218 kursi. Republik sejauh ini memperoleh 139 kursi berdasarkan penghitungan yang telah dipublikasikan, dan sisa kursi masih dihitung. Komposisi sebelum pemilu adalah 219 kursi Republik berbanding 215 kursi Demokrat.
Seluruh angka ini masih bersifat proyeksi dan sementara; hasil final resmi belum disahkan.
Trump: Selamat, Siap Bekerja Sama
Menariknya, respons Trump terbilang lunak. Dalam wawancara dengan CBS News pada Rabu (4/11/2026), ia mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat dan menyatakan harapan untuk bekerja sama demi kebaikan negara.
Trump juga disebut sudah berbicara dengan sejumlah anggota parlemen Demokrat dan membuka peluang kesepakatan di berbagai isu, termasuk imigrasi.
Dua Garis Merah dari Gedung Putih
Namun keterbukaan itu datang dengan syarat. Trump menegaskan tidak akan berkompromi atas kebijakan yang ia sebut "open border" atau perbatasan terbuka — isu yang selama ini menjadi salah satu janji politik utamanya.
Ia juga mengingatkan bahwa hak veto tetap berada di tangannya untuk menolak rancangan undang-undang yang tidak ia setujui. Dengan kata lain, Demokrat menguasai Kongres, tetapi setiap produk legislasi tetap harus melewati meja presiden.
Menembus Basis Lawan
Proyeksi kemenangan Demokrat ini juga disebut menjangkau sejumlah negara bagian yang selama puluhan tahun merupakan basis kuat Partai Republik. Bagi Trump dan partainya, hasil pemilu sela 2026 ini dibaca sebagai pukulan politik yang nyata.
Sampai laporan ini ditulis, belum ada pernyataan resmi pimpinan Partai Demokrat yang dikutip terkait proyeksi tersebut, dan publik AS masih menunggu hasil final yang disahkan secara resmi.