Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan terbuka untuk ikut dalam pertemuan trilateral bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut Trump, pertemuan itu berpotensi membahas persoalan senjata nuklir dan denuklirisasi.
"Kami akan menggelarnya untuk membicarakan senjata nuklir dan denuklirisasi," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih.
Ia menambahkan bahwa dirinya bersedia jika Presiden Xi menginginkan pertemuan tersebut.
Sinyal dari Kremlin dan Kaitan dengan KTT APEC
Pada hari yang sama, Kremlin menyebut Putin, Trump, dan Xi berpeluang menggelar pertemuan tiga arah.
Pertemuan itu disebut dapat berlangsung di sela-sela KTT APEC bulan depan di China.
Kremlin juga menyatakan bahwa kemungkinan pertemuan tersebut telah muncul dalam pembicaraan yang berlangsung.
Pernyataan Trump memberi sinyal bahwa Washington tidak menutup pintu bagi forum bersama ketiga pemimpin.
Namun belum ada keterangan resmi mengenai waktu, lokasi pasti, maupun agenda final pertemuan.
Pernyataan itu muncul setelah Kremlin lebih dulu membuka kemungkinan pertemuan tiga arah tersebut. Menurut Kremlin, pembahasan soal rencana pertemuan telah muncul dalam pembicaraan yang berlangsung.
Trump menegaskan kesediaannya bergantung pada keinginan Xi. Ia menyampaikan hal itu secara langsung kepada wartawan di luar Gedung Putih.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah pertemuan trilateral itu benar-benar akan terwujud. Ketiga pihak juga belum mengumumkan agenda resmi maupun lokasi pasti pertemuan.
Isu denuklirisasi menjadi salah satu topik yang disebut Trump berpotensi dibahas dalam forum tersebut. Namun rincian pembahasan belum dijelaskan lebih lanjut.
