SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Ketegangan Timur Tengah melebar lagi setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan serangan ke Iran paling cepat minggu ini. Washington disebut menimbang dua jalan: serangan untuk menuntaskan persoalan, atau kesepakatan dengan Teheran. Sampai kini belum ada keputusan — apalagi serangan — yang diumumkan.
Pezeshkian Menjawab
Dari Teheran, Presiden Masoud Pezeshkian menuduh Washington menggagalkan perundingan dan mengecam sikap AS. Namun ia menegaskan Iran tetap perlu mengupayakan kesepakatan.
Front Yaman Ikut Memanas
Riyadh melaporkan puing rudal Houthi yang dicegat jatuh di Makkah, Jeddah, Taif, dan Rabigh. Pemerintah Yaman menuding Houthi — yang didukung Iran — menyerang Aden; kepala GCC mengecam serangan Houthi ke Arab Saudi; dan pasukan pemerintah Yaman mengklaim lebih dari 700 operasi dalam 24 jam dengan lebih dari 300 pejuang tewas, klaim yang disampaikan pihak tersebut.
Sampai ke Hebron
Di wilayah Palestina, militer Israel dilaporkan bergerak di 40 desa di Hebron dan Tepi Barat yang diduduki, dengan lebih dari 400 penggeledahan dan sedikitnya 40 orang ditangkap. Rangkaian peristiwa itu membuat isyarat serangan Trump bukan satu-satunya sumber ketegangan di kawasan saat ini.