Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Tehran tidak mengejar senjata nuklir dan menyatakan kesiapan untuk berdialog.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Georgia Irakli Kobakhidze di sela-sela KTT keanekaragaman hayati PBB di Yerevan, Armenia.
Pezeshkian juga mengecam sanksi Amerika Serikat terhadap Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan tidak manusiawi.
Seruan Dialog dan Kecaman Sanksi
Menurut pernyataan kantor kepresidenan Iran, Pezeshkian menilai propaganda jahat terhadap negaranya adalah kebohongan.
Ia menegaskan Iran selalu siap berdialog dan tidak akan tunduk pada paksaan.
Dalam pertemuan itu, Pezeshkian juga menyerukan jadwal yang jelas untuk memperluas kerja sama antara Tehran dan Tbilisi, seperti dilaporkan kantor berita Tasnim.
Laporan tersebut mengutip Kobakhidze yang menyatakan menentang campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara tetangga.
Namun, kantor Kobakhidze tidak menyebut pernyataan tersebut dalam catatannya mengenai pertemuan itu.
Kantor itu menyatakan kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan keamanan regional.
Kobakhidze menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk mencapai deeskalasi dan perdamaian abadi.
Pertemuan ini berlangsung beberapa pekan setelah Tbilisi memutus hubungan penerbangan antara kedua negara menyusul sanksi AS yang menyasar maskapai Iran.
Badan Penerbangan Sipil Georgia pada September menyatakan akan mematuhi rezim sanksi AS.
Sementara itu, Kobakhidze menegaskan Tbilisi tidak menjatuhkan sanksi bilateral sendiri terhadap Tehran.