unique visitors counter
⌂ Beranda › News › I.League Dukung Erick Thohir Jatuhkan Sanksi Pengurangan Poin
News

I.League Dukung Erick Thohir Jatuhkan Sanksi Pengurangan Poin

Ilustrasi sepak bola Indonesia dan suporter di stadion
I.League Dukung Erick Thohir Jatuhkan Sanksi Pengurangan Poin
A A Ukuran Teks16px

Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.

League, menyatakan dukungan terhadap rencana Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang akan menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada klub yang suporternya melakukan kekerasan.

Dukungan itu disampaikan Direktur Utama I.

League Ferry Paulus menyusul insiden penyerangan bus yang melibatkan rombongan tim dan suporter di Jawa Tengah serta Jawa Barat.

Usulan sanksi ini muncul setelah bus tim EPA Persib diserang di Tol Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026).

Sehari kemudian, Senin (12/10), bus yang membawa suporter Persija Jakarta, The Jakmania, juga diserang di Tol Palikanci setelah rombongan pulang dari Yogyakarta.

Erick Thohir sebelumnya menyampaikan ancaman pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu mengendalikan perilaku suporternya.

I.

League menyatakan siap bekerja sama dengan PSSI untuk mendukung penerapan hukuman yang lebih tegas terhadap pelanggaran serius sesuai ketentuan yang berlaku.

Ferry Paulus: Kekerasan Bisa Hambat Kemajuan Sepak Bola

Ferry Paulus menilai perkembangan kompetisi dan meningkatnya kehadiran suporter tim tamu perlu diimbangi dengan upaya menjaga keamanan.

Menurut dia, kekerasan dapat menghambat kemajuan sepak bola nasional yang mulai menunjukkan perkembangan positif.

"Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik.

Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir," ujar Ferry Paulus.

"Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur," lanjutnya.

Ferry juga menekankan perlunya penguatan aturan disiplin agar hukuman terhadap klub memiliki dampak nyata.

Ia menyatakan bahwa sanksi berupa denda saja dinilai belum cukup untuk mencegah terulangnya insiden kekerasan yang melibatkan suporter.

"Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat.

Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera," tegas Ferry.

"Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Dukungan I. League tersebut sejalan dengan langkah yang didorong Erick Thohir untuk meningkatkan tanggung jawab klub atas perilaku suporternya.

Penerapan pengurangan poin tetap dikaitkan dengan pelanggaran serius dan ketentuan disiplin yang berlaku dalam kompetisi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru