unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Tujuan Olahraganya Berubah: Saat Perimenopause, Otot Lebih Penting daripada Sekadar Berkeringat
Lifestyle

Tujuan Olahraganya Berubah: Saat Perimenopause, Otot Lebih Penting daripada Sekadar Berkeringat

Tujuan Olahraganya Berubah: Saat Perimenopause, Otot Lebih Penting daripada Sekadar Berkeringat
Ilustrasi latihan beban di gym. • JustFit
A A Ukuran Teks16px

SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Berat badan gampang naik, energi cepat habis, olahraga terasa jauh lebih berat — keluhan seperti itu kerap muncul saat perempuan memasuki perimenopause, masa ketika hormon estrogen dan progesteron berubah, seperti dijelaskan para ahli melalui Women's Health. Perubahan itu sering tak disadari sampai bentuk tubuh ikut berubah. Lalu, olahraga apa yang paling pas? Para ahli menyarankan memprioritaskan latihan resistensi atau angkat beban.

Otot adalah Kuncinya

Menurut pelatih Taylor, persoalan utamanya adalah massa otot. Latihan kekuatan membantu mempertahankan sekaligus mengembangkannya; otot yang terjaga menjaga metabolisme tetap aktif, sehingga kalori tetap terbakar bahkan ketika tubuh beristirahat. Kardio bukannya tak berguna — ia membantu membakar kalori — tetapi terlalu banyak kardio dinilai bukan jawaban terbaik di fase ini. Taylor menambahkan, tujuan olahraga pun bergeser: dari memaksa tubuh bekerja lebih keras menjadi menjaga tubuh tetap kuat dan sehat dalam jangka panjang. Catatan lain dari artikel ini: latihan intensitas tinggi yang terlalu sering tanpa pemulihan memadai bisa menyulitkan pemulihan dan meningkatkan risiko cedera.

Mulai dari Dua Kali Seminggu

Untuk pemula, Reed menyarankan dua sesi latihan kekuatan seluruh tubuh setiap minggu, sekitar 30 menit per sesi. Pola serupa terbukti dalam riset BMC Women's Health (2023): peserta yang berlatih resistensi dua kali seminggu selama 10 minggu mengalami peningkatan kekuatan dan perbaikan komposisi tubuh.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru