unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pecahkan Rekor Berlapis! Keisha Lance Bottoms, dari Wali Kota Atlanta dan Gedung Putih Menuju Kursi Gubernur Georgia
News

Pecahkan Rekor Berlapis! Keisha Lance Bottoms, dari Wali Kota Atlanta dan Gedung Putih Menuju Kursi Gubernur Georgia

Pecahkan Rekor Berlapis! Keisha Lance Bottoms, dari Wali Kota Atlanta dan Gedung Putih Menuju Kursi Gubernur Georgia
Keisha Lance Bottoms. (Dok. Istimewa)
A A Ukuran Teks16px

Satu kemenangan, banyak rekor. Itulah yang dicatat Keisha Lance Bottoms setelah memenangi Pemilihan Gubernur Georgia hari Selasa (3/11/2026) melawan calon Partai Republik Rick Jackson. Politisi Partai Demokrat ini menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur di Amerika Serikat — sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah negara itu.

Rekornya tidak berhenti di situ. Bottoms sekaligus menjadi perempuan pertama dan orang kulit hitam pertama yang memimpin Georgia, negara bagian yang kursi gubernurnya selama ini selalu diisi pria kulit putih. Ia adalah mantan Wali Kota Atlanta pertama yang mencapai posisi itu, dan Demokrat pertama yang memenangi jabatan tertinggi Georgia sejak 1998 — mengakhiri penguasaan Partai Republik atas pemerintahan negara bagian sejak 2003. Ia akan mengambil alih kursi Brian Kemp, gubernur Republik yang tidak bisa mencalonkan diri lagi setelah dua periode. Sumber tidak menyebutkan perolehan suara kedua calon maupun jadwal pelantikannya.

Profil Bottoms adalah profil anak daerah: lahir di Atlanta, alumnus SMA Frederick Douglass, sarjana Universitas Florida A&M, dan pemegang gelar hukum dari Universitas Negeri Georgia. Profesi awalnya pengacara dan hakim magistrat. Ia masuk politik lewat Dewan Kota Atlanta pada 2009 mewakili Distrik 11, lalu memenangi pemilihan wali kota 2017 melalui putaran kedua melawan Mary Norwood. Sebagai wali kota ke-60 sejak Januari 2018, ia memimpin Atlanta melewati pandemi COVID-19 sambil mendorong perumahan terjangkau dan reformasi kepolisian.

Pengalamannya berlanjut ke Gedung Putih: pada 2022 ia dipercaya Presiden Joe Biden menjadi penasihat senior sekaligus direktur Kantor Keterlibatan Publik. Setelah mundur pada 2023, ia kembali turun gelanggang dan menyabet nominasi Demokrat untuk pemilihan gubernur 2026.

Di kontestasi ini dua janji besar bertarung. Bottoms menawarkan perluasan Medicaid, upah minimum US$15 per jam, kenaikan gaji pegawai publik, perumahan yang lebih terjangkau, dan rem atas ekspansi pusat data demi infrastruktur dan biaya energi. Jackson — taipan layanan kesehatan yang baru pertama kali maju — menawarkan potongan pajak, regulasi yang lebih ramping, dan garis keras dalam imigrasi serta penegakan hukum. Pemilih Georgia akhirnya memilih arah yang pertama, dan sejarah pun tertulis.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru