unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Sempat Beri Isyarat Berhenti, Aipda Prihatika Gugur Dihantam Truk Boks di Depan Mapolseknya Sendiri di Batang
News

Sempat Beri Isyarat Berhenti, Aipda Prihatika Gugur Dihantam Truk Boks di Depan Mapolseknya Sendiri di Batang

Sempat Beri Isyarat Berhenti, Aipda Prihatika Gugur Dihantam Truk Boks di Depan Mapolseknya Sendiri di Batang
Ilustrasi polisi mengatur lalu lintas pagi. (Barak News)
A A Ukuran Teks16px

BATANG — Rekaman CCTV dan kesaksian warga merekam detik-detik nahas itu. Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 06.46 WIB, di persimpangan depan Mapolsek Tulis, Kabupaten Batang, kendaraan dari arah barat ke timur berhenti memberi jalan bagi pemotor yang menyeberang dari gang. Aipda Prihatika Wahyu Wibowo sedang mengatur arus di titik itu ketika sebuah truk boks kuning bernomor polisi D 8430 WF meluncur dari belakang tanpa terkendali.

Menurut keterangan polisi berdasarkan CCTV, truk itu membanting setir ke kiri untuk menghindari pikap di depannya, lalu menghantam kendaraan di depannya — termasuk mobil Mazda putih bernomor polisi H 1256 LW yang menyeberang dari arah utara — dan membuat sejumlah pemotor terjatuh, termasuk sang petugas, sebelum berhenti di sisi kiri jalan sambil menyeret mobil. Saksi Nur Rozikin (20), relawan Jagabaya Batang, mengatakan truk melaju cukup kencang dan tidak terlihat mengerem; korban bahkan sempat memberi isyarat agar truk berhenti, tetapi tidak berhasil.

Aipda Prihatika (47), PS KSPK SPKT II Polsek Tulis yang telah 29 tahun berdinas di Polri, meninggal dunia dalam kejadian ini. Ia meninggalkan istri dan tiga anak, dan dimakamkan pukul 14.00 WIB di pemakaman Siwatu, Wonotunggal, dihadiri jajaran Polresta Batang dan rekan-rekannya dari masa dinas di Brimob Polda Jawa Tengah. Korban lain turut terluka — pengemudi Mazda luka lebam di wajah dan pemotor luka di kaki — dan dilarikan ke RS QIM; Kasatlantas mencatat satu korban luka, sementara Kapolresta menyebut kondisi korban lain masih didalami.

Penanganan kasusnya kini di tangan Satlantas Polresta Batang. Truk dan sopirnya, SA (24), telah diamankan untuk diperiksa; sumber tidak menyebut SA sebagai tersangka. Kepada petugas, SA mengaku mengangkut muatan infus dari Bandung ke Surabaya dengan kecepatan 50–60 km/jam, terkejut saat kendaraan di depan melambat, dan merasa pengeremannya tidak bekerja maksimal hingga ia membanting setir ke kiri — keterangan ini adalah pengakuan sopir, bukan kesimpulan resmi. Kasatlantas Kompol Dwi Panji Lestari menduga sopir kurang konsentrasi saat pengereman. Kapolresta Batang Kombes Warsono menyampaikan belasungkawa dan memastikan olah TKP sudah dilakukan, dengan penyelidikan dan pendalaman saksi yang masih berjalan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru