unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Sudah Ditegur Masih Kekeh: Video Pedagang Bakso di Banyumanik Diduga Buang Limbah Berminyak ke Got Tetangga, Alasannya Got Sendiri Sudah Dicor
News

Sudah Ditegur Masih Kekeh: Video Pedagang Bakso di Banyumanik Diduga Buang Limbah Berminyak ke Got Tetangga, Alasannya Got Sendiri Sudah Dicor

Sudah Ditegur Masih Kekeh: Video Pedagang Bakso di Banyumanik Diduga Buang Limbah Berminyak ke Got Tetangga, Alasannya Got Sendiri Sudah Dicor
Ilustrasi gerobak bakso. (Dok. Istimewa)
A A Ukuran Teks16px

SEMARANG — Satu video pendek memantik kemarahan warga Banyumanik, Kota Semarang. Video yang diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini itu memperlihatkan dugaan pembuangan limbah usaha bakso ke got di depan rumah warga yang bertetangga dengan warung Bakso Bintang 2 — dan menurut narasi video, praktik itu berlanjut meski warga sudah menegur.

Yang dibuang, sebagaimana dikeluhkan, adalah sisa bakso berminyak dan berlemak, berulang kali dan disebut terjadi setiap hari. Keluhan warga berkisar pada bau tak sedap yang mengganggu, ditambah kekhawatiran lemak yang menempel di dinding saluran lambat laun menyumbat aliran. Artikel sumber tidak merinci alamat selain kawasan Banyumanik, tidak menyebut nama warga pelapor, dan tidak menamai pribadi pedagang atau pengelola warung tersebut.

Narasi video itu juga memuat alasan yang dikaitkan dengan pihak pedagang: saluran di depan bangunan warungnya sendiri disebut sudah dicor, sehingga tidak bisa digunakan untuk membuang limbah. Namun penting digarisbawahi, hingga kini belum ada klarifikasi langsung dari pihak warung — alasan tersebut semata-mata berasal dari video yang viral, bukan hasil wawancara, dan pembuangan itu sendiri masih berstatus dugaan.

Di kolom komentar, warganet ikut menumpahkan kekesalan: ada yang menyarankan pedagang membuat saluran sendiri di depan warungnya (akun @raja_*******), ada yang geram sambil menyinggung sungai di sebelah warung (@sari*******), dan ada yang menilai limbah harian dalam jumlah besar adalah tanggung jawab pemilik usaha, bukan tetangga (@putra*******).

Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kelurahan, kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, atau kepolisian; belum terdengar pula kabar mediasi, peringatan tertulis, maupun pemeriksaan ke lokasi. Sumber berharap pemerintah setempat segera turun tangan agar polemik got tetangga ini tidak sekadar viral sesaat lalu hilang begitu saja.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru