unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mengenal Enam Anak Zulfikar Achmad, Politikus Demokrat yang Berpulang di Usia 80 Tahun
News

Mengenal Enam Anak Zulfikar Achmad, Politikus Demokrat yang Berpulang di Usia 80 Tahun

Mengenal Enam Anak Zulfikar Achmad, Politikus Demokrat yang Berpulang di Usia 80 Tahun
Foto: DPR RI • DPR RI
A A Ukuran Teks16px

Politikus senior Partai Demokrat Zulfikar Achmad meninggal dunia di Jakarta pada 4 November 2026 dalam usia 80 tahun, meninggalkan enam orang anak.

Kabar berpulangnya Zulfikar disampaikan oleh salah satu putranya, Indra Zulfiansyah yang akrab disapa Dadak, melalui media sosial. Almarhum dikabarkan mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta akibat stroke yang dikabarkan dideritanya. Keluarga besar dan masyarakat Bungo, Jambi, pun menyampaikan belasungkawa.

Zulfikar Achmad lahir di Tanah Tumbuh, Bungo, Jambi, pada 17 Mei 1946. Ia merupakan putra dari H. Achmad Mas'ud dan Sitimrah, serta suami dari Hj. Netty Herlina. Dari pernikahannya, ia dikaruniai enam anak: Andriansyah, Indra Zulfiansyah, Fitri Indriany, Dian Ferdiansyah, Rendhi Zhilfiando, dan Avritha Zilfiantri. Dua di antara putranya, Andriansyah dan Indra, dikenal aktif berkegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan di Bungo.

Perjalanan Karier yang Panjang

Langkah Zulfikar di dunia politik dimulai dari daerah. Ia menjadi anggota DPRD Bungo pada 1999–2001, lalu memimpin sebagai Bupati Bungo selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2011. Setelah itu, ia melangkah ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Jambi selama tiga periode berturut-turut: 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.

Di internal partai, ia pernah memegang amanah Ketua DPD Partai Demokrat Jambi pada 2005–2021. Ia juga tercatat sebagai pengurus ICMI Jambi pada 2000–2005.

Latar pendidikannya ditempuh di tanah kelahiran: SDN 01 Tanah Tumbuh pada 1958, SMPN Muara Bungo pada 1962, SMA Negeri Jambi pada 1965, hingga meraih gelar sarjana Ekonomi dari Universitas Jambi pada 1976.

Jejak di Dunia Usaha

Di luar politik, Zulfikar juga berkiprah sebagai pengusaha. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik PT Bungo Dani dan PT Bungo Dani Pratama, pernah menjabat komisaris PT Muaro Bungo, dan menjadi direktur PT Citra Tobindo pada 1999.

Perlu diluruskan satu hal yang kerap muncul dalam perbincangan mengenai sosoknya: kata "Pacitan" yang kadang dikaitkan dengannya merujuk pada daerah asal Susilo Bambang Yudhoyono selaku pendiri Partai Demokrat, bukan daerah asal Zulfikar. Zulfikar Achmad sendiri adalah putra daerah Jambi yang lahir dan besar di Bungo.

Kepergian Zulfikar Achmad menutup perjalanan panjang seorang politikus yang mengabdi dari tingkat kabupaten hingga parlemen nasional. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Bagi masyarakat Bungo, nama Zulfikar Achmad bukan sekadar nama pejabat. Dua periode kepemimpinannya sebagai bupati dan belasan tahun menjadi wakil rakyat di Senayan membuat sosoknya lekat dengan perjalanan daerah itu. Jejak pengabdiannya pun diteruskan sebagian oleh anak-anaknya yang aktif berkegiatan di tengah masyarakat. Keenam anak yang ia tinggalkan—Andriansyah, Indra Zulfiansyah, Fitri Indriany, Dian Ferdiansyah, Rendhi Zhilfiando, dan Avritha Zilfiantri—kini menjadi penerus nama besar keluarga Achmad di Bungo. Dunia politik Indonesia, khususnya Partai Demokrat dan masyarakat Jambi, kehilangan salah satu putra terbaiknya. Selamat jalan, Zulfikar Achmad; pengabdianmu akan selalu dikenang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru