unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mengudara 83 Menit, Mi-17V5 TNI AD Jatuh di Telaga Pulang: Dua Gugur, Sertu Heri Prasetyo Masih Dicari
News

Mengudara 83 Menit, Mi-17V5 TNI AD Jatuh di Telaga Pulang: Dua Gugur, Sertu Heri Prasetyo Masih Dicari

Mengudara 83 Menit, Mi-17V5 TNI AD Jatuh di Telaga Pulang: Dua Gugur, Sertu Heri Prasetyo Masih Dicari
helikopter water bombing pemadam karhutla. (Foto: BNPB/Riau Media Center)
A A Ukuran Teks16px

Misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah berujung duka. Helikopter MI-17V5 milik TNI AD jatuh di kawasan Telaga Pulang, Kabupaten Seruyan, saat sedang mengambil air untuk water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Dari delapan kru, dua prajurit gugur, satu masih hilang, dan lima lainnya selamat.

Terbang dari Kuala Pembuang

Menurut Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan kawasan Telaga Pulang dan TNTP.

Sekitar pukul 11.18 WIB — 83 menit setelah mengudara — helikopter jatuh ketika sedang melaksanakan pengambilan air untuk water bombing. TNI AD bersama tim gabungan segera melakukan operasi penyelamatan, dan evakuasi korban ditempuh lewat jalur udara serta jalur laut agar penanganan seluruh kru lebih cepat.

Satu catatan mengenai hari kejadian: keterangan Pangdam menyebut peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/11), sementara keterangan Kapendam menyebut Kamis (5/11) pagi; kedua penyebutan itu sama-sama tercatat dalam laporan mengenai insiden ini.

Korban: Dua Gugur, Satu Hilang, Lima Dirawat

Pangdam XIII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan, dari delapan kru, lima orang selamat dan dirawat di RSUD Kuala Pembuang — nama dan kondisi luka mereka tidak dirinci dalam sumber — sementara dua prajurit dipastikan meninggal dunia dan satu prajurit masih dalam pencarian.

Dua prajurit yang gugur adalah Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah, yang jenazahnya disemayamkan di Semarang, dan Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar, yang jenazahnya disemayamkan di Bandung. Belum ada keterangan mengenai jadwal pemakaman keduanya.

Adapun prajurit yang masih dicari adalah Sertu (Anum) Heri Prasetyo; hingga laporan ini dibuat, pencarian terhadapnya masih berlangsung.

Penyebab Belum Diketahui

Penyebab kecelakaan belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan hingga berita ini ditulis. Tidak ada keterangan resmi mengenai penyebab teknis, cuaca di lokasi, maupun nomor registrasi helikopter dalam laporan tersebut.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan duka mendalam; bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, ia meninjau lokasi kecelakaan dan menjenguk korban selamat di RSUD Kuala Pembuang. Kapolda menegaskan bahwa evakuasi dan pertolongan bagi para korban akan terus dilakukan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru