unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Raisa dan Natasha Rizky Galang Donasi untuk Korban Kebakaran Hutan
Hiburan

Raisa dan Natasha Rizky Galang Donasi untuk Korban Kebakaran Hutan

Raisa dan Natasha Rizky Galang Donasi untuk Korban Kebakaran Hutan
Raisa • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah seniman Indonesia ikut bersuara dan bergerak untuk korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra. Di antaranya Raisa dan Natasha Rizky, yang masing-masing menggalang dukungan lewat cara berbeda.

Selain menyoroti lewat media sosial, keduanya mengarahkan bantuan nyata kepada warga terdampak dan upaya pemulihan alam.

Raisa Donasikan Penghasilan Video Musik

Raisa memilih mendonasikan penghasilan dari video musik lagunya "Nyawa dan Harapan", yang pertama kali dirilis pada 27 April 2016. Video itu menampilkan lanskap alam yang terdampak api, kabut asap yang menyelimuti Sumatra Selatan, serta seekor orangutan yang terdampak.

Dalam unggahan Instagram pada 28 Oktober 2026, Raisa menulis bahwa di setiap kehidupan ada harapan yang layak dijaga. Ia menyatakan seluruh penghasilan JUNI Records dan Raisa dari video musik tersebut hingga 28 Oktober 2027 akan didonasikan untuk program pemulihan habitat melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Natasha Rizky Lampaui Target Galang Dana

Natasha Rizky menggalang dana untuk masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Dalam unggahan media sosial pada Sabtu, 31 Oktober, ia melaporkan dana yang terkumpul sudah lebih dari Rp224 juta, melampaui target Rp150 juta.

Penggalangan itu sudah memasuki tahap penyaluran ketiga, untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, mulai dari obat-obatan hingga kebutuhan pokok. Natasha juga menjanjikan pembaruan lanjutan mengenai penyaluran tersebut.

Data BNPB: 742 Hektare Masih Terbakar

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 742 hektare lahan masih terbakar per Senin, 2 November. Rinciannya: Kalimantan Tengah 351 hektare, Papua Selatan 253 hektare, Sulawesi Tenggara 95 hektare, Nusa Tenggara Timur 16 hektare, Bangka Belitung 8 hektare, dan Kalimantan Barat 19 hektare.

Sejumlah wilayah mencatat penurunan dibanding hari sebelumnya, antara lain Kalimantan Tengah turun 42 persen dan Papua Selatan turun 56 persen. Bangka Belitung dan Kalimantan Barat sebelumnya dilaporkan tanpa titik panas, tetapi ditemukan lahan terbakar pada hari Senin itu.

BNPB menyiapkan 54 pesawat, terdiri atas 22 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 30 helikopter untuk pemadaman water bombing. Pesawat siaga ditempatkan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau, dengan dukungan udara tambahan disiapkan di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru