unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Heboh Narasi Prabowo Telepon Ali Mafia Minta Rp1.000 Triliun untuk Karhutla, Ternyata Klaim TikTok yang Tak Terverifikasi
Hiburan

Heboh Narasi Prabowo Telepon Ali Mafia Minta Rp1.000 Triliun untuk Karhutla, Ternyata Klaim TikTok yang Tak Terverifikasi

Heboh Narasi Prabowo Telepon Ali Mafia Minta Rp1.000 Triliun untuk Karhutla, Ternyata Klaim TikTok yang Tak Terverifikasi
Presiden Prabowo Subianto (arsip). • Nusantara TV
A A Ukuran Teks16px

Sebuah narasi sensasional beredar di TikTok: Presiden Prabowo Subianto disebut menelepon seorang konglomerat bernama Ali Mafia untuk meminta bantuan Rp1.000 triliun bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Narasi itu viral dan dipercaya banyak orang, padahal klaimnya tidak terverifikasi.

Narasi tersebut disebarkan oleh akun TikTok @alimafiaketuanaga. Unggahannya menuai ratusan komentar warganet, dan tidak sedikit yang mempercayai cerita soal "Prabowo telepon konglomerat Ali Mafia minta bantuan 1000 triliun atas karhutla" itu mentah-mentah.

Klaim Kekayaan Rp1.250 Triliun

Akun yang sama juga mencantumkan klaim yang tak kalah fantastis: harta Ali Mafia ditulis mencapai Rp1.250 triliun, dan sosoknya disebut termasuk, bahkan menempati peringkat pertama, orang terkaya di Indonesia. Seluruh angka dan gelar itu berasal dari akun tersebut sendiri, tanpa satu pun sumber independen yang menguatkannya.

Petunjuk Justru Ada di Bio Akunnya

Kalau ditelusuri lebih jeli, akun itu sendiri sebenarnya sudah memberi penanda. Di bio-nya tertulis "Ali Mafia Konglomerat, Just for fun (Hanya untuk hiburan)" — sebuah disclaimer bahwa kontennya dibuat untuk hiburan semata.

Berdasarkan penelusuran yang dikutip pemberitaan, sosok Ali Mafia disimpulkan merupakan tokoh yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence). Artinya, ia bukan manusia asli, apalagi konglomerat yang benar-benar ada.

Pelajaran untuk Warganet

Hingga kini tidak ada keterangan resmi maupun sumber independen yang membenarkan narasi telepon Prabowo, permintaan bantuan Rp1.000 triliun, ataupun klaim kekayaan Ali Mafia. Kisah ini menjadi pengingat agar warganet memeriksa sumber dan konteks sebuah unggahan sebelum ikut membagikannya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru