unique visitors counter
⌂ Beranda News Skandal Polisi Jeju: Petugas Ditangkap Usai Sengaja Tutupi 298 Kasus Orang Hilang, Empat Mayat Ditemukan
News

Skandal Polisi Jeju: Petugas Ditangkap Usai Sengaja Tutupi 298 Kasus Orang Hilang, Empat Mayat Ditemukan

Skandal Polisi Jeju: Petugas Ditangkap Usai Sengaja Tutupi 298 Kasus Orang Hilang, Empat Mayat Ditemukan
mayat • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Dunia penegakan hukum Korea Selatan kembali diguncang oleh skandal yang mencoreng integritas institusi. Seorang petugas polisi di Pulau Jeju resmi ditangkap setelah terbukti secara sengaja menutup dan menghapus sekitar 298 kasus orang hilang dari sistem database kepolisian.
 
Tindakan manipulatif dan abai ini terungkap ke permukaan setelah serangkaian penemuan jenazah terjadi secara beruntun dalam kurun waktu yang sangat berdekatan. Kasus ini tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga menyoroti kegagalan fatal dalam mekanisme pengawasan internal kepolisian setempat.
 

Modus Operandi yang Mematikan dan Penuh Kebohongan

Berdasarkan penyelidikan awal, petugas tersebut menjalankan modus operandi yang sistematis dan mengejutkan. Alih-alih melakukan pencarian intensif, ia kerap memberikan informasi palsu kepada keluarga korban. Petugas itu dengan tenang meyakinkan pihak keluarga bahwa orang yang mereka cari ditemukan dalam keadaan aman.
 
Setelah memberikan harapan semu tersebut, ia diam-diam mengakses sistem pendataan orang hilang dan menghapus kasus-kasus tersebut secara sepihak. Tindakan ini secara otomatis menghentikan segala upaya pencarian resmi, meninggalkan para korban dalam kerentanan total dan keluarga mereka dalam kebingungan yang menyiksa.
 

Kasus Jang Mi-ran: Pemicu Runtuhnya Topeng Kebohongan

Runtuhnya dinding kebohongan ini bermula dari hilangnya Jang Mi-ran (37), yang dilaporkan menghilang pada 12 Mei 2026. Kekasih Jang Mi-ran segera melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, berharap ada tindakan cepat untuk menemukan wanita yang dicintainya.
 
Namun, respons yang diterima justru penuh kejanggalan. Petugas yang menangani kasus tersebut mengklaim telah berhasil menghubungi Jang Mi-ran. Ia menyatakan bahwa wanita itu dalam keadaan aman dan secara sukarela tidak ingin lokasinya diketahui. Berdasarkan klaim sepihak itu, petugas tersebut langsung menutup berkas kasus pada malam yang sama.
 
Tragisnya, investigasi lanjutan membuktikan bahwa klaim tersebut adalah kebohongan besar. Tidak ada satu pun catatan log panggilan, riwayat kontak, atau bukti digital yang menunjukkan bahwa polisi pernah benar-benar menghubungi Jang Mi-ran. Kasus ini ditutup bukan karena penyelesaian, melainkan karena kesengajaan untuk mengabaikannya.
 

📰 Update Terbaru