Saat suasana mulai kembali tenang, suara batuk terdengar pecah, menghentikan keheningan yang memenuhi ruang tersebut. Semua mata kini tertuju pada Penatua Liu, yang meskipun dalam keadaan terbakar dan berantakan, masih berusaha menjaga kewibawaannya. “Xiao Yan yang hebat... tidak heran jika para kakek tua di akademi selalu menutup diri saat menyebut namamu. Ternyata, memang ada alasan di balik itu,” ujar Penatua Liu dengan suara serak. Ia lalu tersenyum, meskipun masih terlihat cemas.
Para siswa yang mendengar perkataan Penatua Liu merasa bingung. Mereka tidak sepenuhnya mengerti maksudnya, namun ada perasaan aneh yang merasuki mereka. Ternyata, Xiao Yan bukan hanya seorang siswa biasa—ia memiliki sesuatu yang sangat diinginkan bahkan oleh para penatua.
Setelah mengusir kabut yang mengelilinginya, Penatua Liu melangkah mundur. Semua perhatian kini tertuju pada sosok yang muncul di balik kabut putih itu. Suara langkah kaki yang semakin mendekat membuat suasana semakin menegangkan. Perlahan, sosok itu keluar dari kabut dan muncul di hadapan mereka.
Seorang pemuda berjubah hitam muncul dengan seorang penguasa hitam besar yang setinggi dirinya. Di tangan kiri pemuda tersebut tergenggam tubuh Wu Hao yang terlihat sudah pingsan. Mata pemuda itu menyapu sekeliling dengan tatapan tajam, menyebabkan beberapa siswa lebih tua yang menatapnya dengan kagum, segera mengalihkan pandangannya. Xiao Yan, yang sebelumnya telah menunjukkan kekuatan luar biasa, kini menarik perhatian semua orang dengan sikapnya yang tenang.
Penatua Liu, yang menyaksikan penampilan Xiao Yan yang sudah pulih kembali, tidak bisa menahan kekagumannya. “Ck ck, benar-benar luar biasa bisa bangkit dari serangan Heart Flame pertama. Xiao Yan, kamu adalah orang pertama yang melakukannya dalam bertahun-tahun,” ujarnya sambil menghela napas.