AGIBOT tampil gemilang pada ajang World Humanoid Robot Games kedua di Beijing, 26 Agustus 2026. Perusahaan itu membawa pulang total 46 medali.
Rinciannya, 18 medali emas, 16 perak, dan 12 perunggu. Hasil ini menempatkan AGIBOT di puncak klasemen perolehan medali emas dan total medali.
Prestasi ini menegaskan fokus AGIBOT pada pengembangan robot humanoid untuk aplikasi nyata, bukan sekadar demonstrasi. Robot-robotnya berlaga di cabang olahraga, manipulasi cekatan, kontrol gerak, dan tugas praktis.
Empat Robot Andalan
AGIBOT mengirim empat robot dalam ajang ini: OmniHand, G2, A3, dan X2.
Menurut perusahaan, semua robot tersebut sudah diproduksi massal atau digunakan di dunia nyata, bukan dibuat khusus untuk kompetisi.
OmniHand menjadi bintang utama dengan mencapai final di delapan nomor manipulasi cekatan.
Robot ini meraih tujuh medali emas, termasuk dalam menyusun balok, menimbang bubuk, dan memindahkan kacang dengan pinset.
X2 menunjukkan performa kuat di nomor kontrol gerak. Robot ini memenangkan emas pada lari rintangan 100 meter dan meraih medali di nomor 400 meter.
Menariknya, X2 bertanding dengan konfigurasi produksi massal tanpa perubahan hardware khusus untuk kompetisi. Robot ini mengandalkan kerangka AGILE (AgiBot Generative Intelligent Locomotion Engine) yang dikembangkan sendiri oleh AGIBOT.
Sistem AGILE menggabungkan persepsi lingkungan dengan pengambilan keputusan gerakan. Teknologi ini membantu robot menghadapi rintangan tidak beraturan, medan tidak rata, dan lingkungan yang berubah.
AGILE juga memanfaatkan teknologi simulasi-ke-nyata untuk mentransfer kebijakan gerakan dari simulasi ke robot fisik.
Sementara itu, A3 meraih emas di nomor Tai Chi, menambah koleksi medali AGIBOT di kontrol gerak.
Uji Tugas Nyata
AGIBOT juga memenangkan lima medali emas di nomor berbasis skenario, seperti layanan hotel, operasi perpustakaan, dan tanggap darurat.
Robot G2 digunakan dalam tugas-tugas tersebut.
Perusahaan menyebut G2 telah ditempatkan di pabrik-pabrik yang dioperasikan oleh Longcheer dan SAIC. Kemampuannya didukung oleh model fondasi embodied ViLLA GO, model dunia GE, dan sistem RW-RL.
Sistem-sistem ini dirancang untuk membantu robot memahami lingkungan, merencanakan tindakan, dan menyelesaikan tugas kompleks.
Performa AGIBOT di ajang ini menunjukkan tujuan yang lebih luas: membawa robot humanoid dari demonstrasi menuju operasi andal dan penerapan skala besar.
Dengan menggabungkan perangkat keras produksi massal, AI embodied, dan kemampuan lintas skenario, AGIBOT memposisikan robot-robotnya untuk peran yang semakin praktis di luar arena kompetisi.