unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Enam Siswa SLB Indonesia Raih Medali di Kompetisi Kuliner Penang
News

Enam Siswa SLB Indonesia Raih Medali di Kompetisi Kuliner Penang

Enam Siswa SLB Indonesia Raih Medali di Kompetisi Kuliner Penang
Enam Siswa SLB Indonesia Raih Medali di Kompetisi Kuliner Penang
A A Ukuran Teks16px

Enam siswa sekolah luar biasa (SLB) asal Indonesia berhasil meraih empat medali perak dan dua medali perunggu dalam kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 di Penang, Malaysia, pada 21-24 Oktober 2026.

Pencapaian tersebut diraih melalui karya kuliner yang menunjukkan keterampilan dan kreativitas para siswa berkebutuhan khusus.

BOTC merupakan kompetisi kuliner internasional yang diselenggarakan di Penang sejak 1988.

Pada edisi spesial ke-20, ajang tersebut melibatkan lebih dari 2.000 koki dan profesional kuliner dari lebih dari 20 negara, dengan sekitar 90 kelas kompetisi dalam kategori Young Chefs dan Master Chefs.

Enam peserta Indonesia berasal dari SLB di sejumlah daerah.

Mereka adalah Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Jawa Tengah; Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatra Selatan; Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Jawa Barat; Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, Jawa Tengah; Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatra Barat; serta Andi Ismira Aulia dari SLB Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Andi Ismira Aulia, yang akrab disapa Mira, untuk pertama kalinya mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional.

Bersama Hepi Vania Zendrato, ia membuat kue bertingkat dua bertema bunga dengan hiasan berbentuk keranjang dan beragam ornamen floral.

Dalam keterangannya yang disampaikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Mira menyebut pengalaman tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuannya.

"Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghadapi tantangan baru," ungkap Andi Ismira Aulia.

Mira juga menyampaikan pesan kepada siswa lain di Indonesia agar tetap bersemangat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.

"Tetap semangat, jangan patah semangat, dan terus belajar untuk menampilkan yang terbaik," sambung Andi Ismira Aulia.

Keikutsertaan Mira dalam kompetisi tersebut turut didampingi Siti Aisa dari SLB Negeri Tanjung Selor. Pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan Mira dalam mengembangkan keterampilan di bidang kuliner.

Sementara itu, Dinda Aprillia meraih medali perunggu setelah mempersiapkan diri di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kota Palembang.

Guru pendampingnya sekaligus pengajar di SLB Negeri Pembina Palembang, Labora Francisca, menjelaskan bahwa Dinda tetap datang ke sekolah untuk menjalani latihan menjelang kompetisi.

Labora menilai konsistensi latihan berperan dalam pencapaian Dinda.

Dalam perlombaan tersebut, Dinda membuat kue bertema Tahun Baru Imlek yang dihiasi naga dan berbagai ornamen khas perayaan tersebut.

"Pencapaian Dinda tidak terlepas dari proses latihan yang konsisten. Dinda merasa senang dapat mengikuti kompetisi ini.

Selama perlombaan, Dinda membuat kue bertema Tahun Baru Imlek, dengan dekorasi berupa naga dan berbagai ornamen khas perayaan tersebut," tutur Labora Francisca.

Menurut Labora, pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi dorongan untuk terus mendukung pengembangan keterampilan siswa berkebutuhan khusus.

Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi Dinda, termasuk peluang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Kemendikdasmen menyatakan bahwa prestasi dan partisipasi para siswa akan dicatat serta dipublikasikan melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT).

Pencatatan tersebut menjadi bagian dari dokumentasi capaian murid dalam berbagai ajang kompetisi.

Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka), Rusprita Putri Utami, mengapresiasi pencapaian para peserta.

Ia menekankan bahwa partisipasi dalam BOTC 2026 tidak hanya berkaitan dengan penghargaan, tetapi juga kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kompetensi dan kemandirian.

"Keikutsertaan dalam ajang BOTC 2026 ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan penghargaan.

Prestasi ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kompetensi, mengembangkan kemandirian, dan memperoleh pengakuan atas potensi yang dimiliki," ucap Rusprita Putri Utami pada Minggu (25/10).

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru