Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait pernyataannya tentang wacana percepatan Pemilu yang sempat viral.
Budi menegaskan, pernyataan tersebut murni analisis serta pengandaian pribadi tanpa ada maksud buruk.
>>> Cegah Bahaya Listrik, PLN Gelar Edukasi di Pondok Cabe Ilir
"Ucapan saya terkait percepatan Pemilu semata-mata hanya sebagai analisis pribadi.
Saya tidak menyangka akan viral dan ramai, untuk itu saya meminta maaf," kata Budi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia juga menegaskan, pernyataannya tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
"Saya bertanggung jawab penuh dan siap menerima konsekuensi dari analisis tersebut," ujarnya.
>>> Fajar Aldila dan Fakta Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan di Sumedang
Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran
Ia menuturkan, dalam dunia politik terdapat prinsip art of possibility atau seni mengalkulasi berbagai kemungkinan agar masyarakat dan pemerintah siap mengantisipasi dinamika yang terjadi.
Mantan Menteri Koperasi Indonesia itu membantah tuduhan melakukan penggiringan opini negatif terhadap pemerintah.
"Saya adalah pendukung Prabowo-Gibran, tidak mungkin berbuat jahat. Banyak sekali program pemerintah yang baik, termasuk 8 Asta Cita Presiden yang pro-rakyat demi kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, perbincangan yang berujung viral itu sejatinya terlaksana dalam suasana silaturahmi santai antara Jokowi dengan jajaran relawan tanpa bertendensi memicu kontroversi.
>>> Iran Kecam Sanksi AS sebagai Kejahatan, Serukan Penolakan Global
Imbauan Hati-Hati dalam Bersikap