Atmosfer Kota Santri, Jombang, kembali memanas oleh antusiasme yang luar biasa menjelang puncak acara akbar umat Islam Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dikabarkan secara resmi akan menutup rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin (31/8/2026) pagi.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini bukan hanya menjadi penanda selesainya forum permusyawaratan tertinggi warga NU, tetapi juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan organisasi massa Islam terbesar di Tanah Air. Momen ini diprediksi akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi masyarakat Jombang dan seluruh muktamirin yang telah berkumpul dari berbagai penjuru negeri.
Konfirmasi Resmi dari Panitia Lokal dan Istana
Kabar kepergian Presiden Prabowo untuk menutup acara tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Pesantren Bahrul Ulum sekaligus Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau yang akrab disapa Gus Rozaq.
Dalam keterangannya di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tambakberas, Sabtu (29/8/2026) malam, Gus Rozaq memastikan bahwa jadwal penutupan telah dikunci ketat. Acara dijadwalkan berlangsung tepat pukul 10.00 WIB di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
"Penutupan Muktamar tanggal 31 Agustus pukul 10.00 WIB pagi, akan ditutup langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Lokasinya bertempat di GSG (Gedung Serba Guna)," ujar Gus Rozaq dengan nada penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Gus Rozaq menegaskan bahwa kabar ini bukanlah sekadar isu atau rencana sementara. Pihaknya telah menerima konfirmasi langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui pesan singkat WhatsApp.
"Terkonfirmasi, karena tadi Mas Teddy sudah memberikan berita melalui WA. Diusahakan sebelum pukul 10.00 WIB acara penutupan sudah bisa dimulai, mengingat Bapak Presiden memiliki jadwal kehadiran yang harus dipenuhi," jelasnya merinci.