unique visitors counter
⌂ Beranda News Profil Randall Hartolaksono, Penemu Teknologi Pemadam Api dari Kulit Singkong
News

Profil Randall Hartolaksono, Penemu Teknologi Pemadam Api dari Kulit Singkong

Profil Randall Hartolaksono, Penemu Teknologi Pemadam Api dari Kulit Singkong
A A Ukuran Teks16px

Randall Hartolaksono menjadi sorotan setelah penemuannya tentang pemanfaatan kulit singkong untuk teknologi pemadam api dikembangkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penelitian yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan berbeda justru membawanya pada temuan yang kemudian dikembangkan menjadi teknologi pemadam api.

>>> Dukung Merdeka Run 2026, PLN Siagakan 25 Personel dan UGB

Kini, ketika pemanfaatan bahan berbasis kulit singkong kembali dikaitkan dengan upaya penanganan karhutla, perjalanan Randall Hartolaksono kembali menarik perhatian publik.

Lantas, Randall Hartolaksono sebenarnya lulusan mana dan bagaimana perjalanan pendidikan hingga penemuannya dikenal luas?

Riwayat Pendidikan Randall Hartolaksono

Dilansir dari situs resmi Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) Daerah Istimewa Yogyakarta, Randall Hartolaksono lahir di Surabaya pada 16 Maret 1956.

Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Pangudi Luhur Jakarta.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Randall sempat melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

>>> Mengenal Kopi Yirgacheffe, Single Origin Ethiopia dengan Aroma Floral dan Citrus

Namun, perjalanan pendidikannya kemudian berubah. Pada usia 18 tahun, Randall memutuskan melanjutkan pendidikan ke London untuk mendalami bidang Teknik Mesin.

Selama berada di London, Randall menempuh pendidikan di University of London.

Dia berhasil memperoleh gelar BSc dan MSc di bidang Mechanical Engineering atau Teknik Mesin.

Perjalanan Karier dan Penemuan

Setelah menyelesaikan pendidikannya di London, Randall Hartolaksono kembali ke Indonesia dan mengembangkan berbagai penelitian.

Penemuannya tentang kulit singkong sebagai bahan pemadam api berawal dari riset yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan lain, namun kemudian diaplikasikan untuk penanganan karhutla.

>>> Pesona Nusantara Bekasi Keren Jilid III: Ribuan Warga Padati Parade Budaya dan Galang Dana Bencana

Kini, teknologi tersebut terus dikembangkan dan menjadi sorotan publik.

📰 Update Terbaru