PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan bantuan logistik dan alat pemadam untuk masyarakat serta petugas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Penyaluran bantuan melalui program BNI Berbagi ini mencakup 10 kabupaten/kota di Kalteng yang mengalami lonjakan titik panas dan ancaman kabut asap.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa koordinasi dilakukan langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan alat penanganan dan logistik kesehatan tepat sasaran.
"Kami berupaya memberikan dukungan langsung, baik untuk operasional pemadaman di lapangan maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terpapar dampak karhutla," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya.
Jangkauan Wilayah dan Rincian Bantuan
Bantuan tersebut disalurkan ke 10 wilayah terdampak, meliputi Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Barito Utara, Palangka Raya, Murung Raya, Gunung Mas, Katingan, Barito Selatan, dan Kapuas.
Untuk mendukung kerja petugas dan relawan di lokasi kebakaran, BNI menyalurkan perlengkapan teknis pemadaman, antara lain pompa air operasional, sepatu bot keselamatan, dan senter kepala (headlamp).
>>> Enam Bulan Perang Iran, Tujuan Trump Berubah Total
Sementara itu, untuk menekan risiko gangguan pernapasan (ISPA) akibat kabut asap pada masyarakat, disalurkan pula pasokan kesehatan dan kebutuhan pokok berupa masker N95, tabung oksigen, vitamin, susu, air mineral, serta bahan pangan darurat seperti mi instan dan sarden.
Okki menambahkan, pihak BNI akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan bersama BPBD untuk mengantisipasi potensi kebutuhan bantuan susulan selama status tanggap darurat berlangsung.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BNI kepada masyarakat sekaligus dukungan bagi petugas dan relawan yang berada di lapangan.
>>> Banjir Bandang Himalaya: Hampir 1.500 Orang Hilang di Nepal dan Tibet
Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait untuk menyesuaikan dukungan dengan perkembangan kebutuhan," tutur Okki.
