unique visitors counter
⌂ Beranda News Di Tengah Hiruk Pikuk Demo! Prabowo Subianto Bertolak ke Jombang, Buka Langsung Muktamar NU ke-35 di Tambakberas
News

Di Tengah Hiruk Pikuk Demo! Prabowo Subianto Bertolak ke Jombang, Buka Langsung Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

Di Tengah Hiruk Pikuk Demo! Prabowo Subianto Bertolak ke Jombang, Buka Langsung Muktamar NU ke-35 di Tambakberas
Prabowo: Digitalisasi Bansos Tekan Biaya dan Percepat Verifikasi
A A Ukuran Teks16px

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya dalam merangkul kekuatan umat Islam dan ormas terbesar di Tanah Air. Pada Kamis (27/8/2026) siang, orang nomor satu di Indonesia ini resmi bertolak menuju Provinsi Jawa Timur.
 
Agenda kepresidenan kali ini terasa sangat istimewa, yakni menghadiri dan membuka secara langsung Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
 

Menuju Jantungnya Para Santri

Berdasarkan jadwal kepresidenan, pesawat khusus yang membawa Presiden beserta rombongan terbatas dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada siang hari. Tidak ada agenda lain yang mengganjal, Presiden langsung melanjutkan perjalanan darat menuju jantungnya para santri: Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
 
Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar bukanlah tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu basis historis dan spiritual NU yang memiliki nilai peradaban tinggi bagi pergerakan Islam di Nusantara.
 
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran Prabowo di tengah ribuan ulama, kiai, dan santri bukanlah sekadar kunjungan seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah simbol penghormatan mendalam negara terhadap peran sentral ormas Islam tertua di Indonesia ini.
 
“NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat. Bapak Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara,” papar Teddy.
 

Momentum Bersejarah di Abad Pertama NU

Kehadiran Presiden dalam Muktamar ke-35 ini membawa makna yang sangat dalam. Tahun 2026 menjadi momentum yang luar biasa bagi Nahdlatul Ulama, mengingat ormas ini sedang menyongsong usia satu abad (100 tahun) sejak didirikan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 31 Januari 1926.
 
Selama lebih dari satu abad, NU telah menjadi pilar utama yang menjaga keutuhan NKRI, mulai dari Resolusi Jihad 1945, hingga merawat keragaman Indonesia dengan prinsip moderasi beragama. Teddy menambahkan bahwa sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) yang ditunjukkan melalui kehadiran Presiden ini adalah kunci bagi stabilitas dan kejayaan Nusantara.

📰 Update Terbaru