Samsung dikabarkan telah menguji prototipe Galaxy S27 Ultra dengan baterai 7.000 mAh.
Namun, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu akhirnya memutuskan untuk tetap menggunakan baterai berkapasitas 5.700 mAh hingga 6.000 mAh.
>>> Mug Termos Xiaomi Rp 179 Ribu Tahan Panas dan Dingin 6 Jam
Kabar ini datang dari tipster di X, yang mengungkap skenario 'bagaimana jika' terkait pengembangan ponsel flagship tersebut.
S Pen Jadi Alasan Utama
Menurut rumor tersebut, prototipe dengan baterai 7.000 mAh harus kehilangan stylus S Pen. Padahal, S Pen masih menjadi salah satu fitur pembeda utama Galaxy S Ultra.
Karena Samsung tidak ingin menghilangkan S Pen, kapasitas baterai pun harus dikorbankan. Ruang di dalam ponsel terbatas, sehingga tidak mungkin memasukkan baterai sebesar itu sambil mempertahankan S Pen.
Selain itu, Samsung disebut konservatif dalam penggunaan silikon pada baterai Galaxy S27 Ultra. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan kapasitas dan umur pakai baterai.
Jadi, untuk pertama kalinya, Galaxy S27 Ultra akan memiliki baterai lebih besar dari 5.000 mAh. Namun, jangan berharap kapasitasnya bisa menyaingi ponsel buatan pabrikan China.
>>> Vivo X500 Pro Jadi yang Pertama Pakai Chip 2nm Dimensity
Sebelumnya, bocoran pada Juli menyebutkan kapasitas baterai Galaxy S27 Ultra adalah 5.534 mAh, dengan kapasitas tipikal 5.700 mAh.
Ini merupakan lompatan besar dari Galaxy S26 Ultra yang hanya 5.000 mAh.
Meski begitu, kapasitas tersebut masih tergolong kecil dibandingkan kompetitor dari China yang sudah banyak memakai baterai di atas 6.000 mAh.
Keputusan Samsung untuk tidak memakai baterai 7.000 mAh menunjukkan prioritas pada desain dan fitur khas.
>>> Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi Note 17 Pro Max dengan Baterai 10.000 mAh
Pengguna setia Galaxy S Ultra mungkin akan menerima kompromi ini demi tetap hadirnya S Pen.
