Dijuluki Daerah Penghasil Kelapa Sawit! Inilah 2 Wilayah yang Dekat dengan Balikpapan Akhirnya Pilih Kelura Dari Kalimantan Timur Dengan Alasan
"Kalimantan Timur: Potret Provinsi Terluas yang Dapat Terbagi"
Kalimantan Timur, provinsi yang luasnya menyamai pangsa sekitar 127.346,92 kilometer persegi, menjadi perbincangan hangat.
Mengutip data dari BPS, wilayahnya yang luas memunculkan wacana baru terkait pembentukan provinsi baru.
Kabarnya, dua kabupaten tetangga Balikpapan merencanakan untuk keluar dari Kalimantan Timur.
Perubahan ini tak hanya sekadar omong kosong, tetapi memiliki implikasi besar.
Dua kabupaten tersebut ternyata adalah produsen kelapa sawit, salah satu tulang punggung ekonomi Kalimantan Timur.
Di tahun 2021, kelapa sawit menyumbang sekitar 4,94% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini.
Namun, potensi kehilangan sumber daya ekonomi ini bukan satu-satunya tantangan.
Luas wilayah kedua kabupaten yang berencana keluar dari Kalimantan Timur juga sangat memprihatinkan.
Kabupaten pertama bahkan memiliki luas wilayah mencapai 11.096,96 km2, sementara kabupaten kedua sebesar 2.923,73 km2.
Kedua kabupaten ini direncanakan masuk dalam pembentukan Provinsi Kalimantan Tenggara.
Provinsi Kalimantan Tenggara sendiri adalah inisiatif yang awalnya berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Kabupaten Tanah Bumbu mengajak Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan untuk bergabung, sementara Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur juga diajak untuk bergabung.
Bahkan, ada pembicaraan untuk menjadikan Balikpapan sebagai ibu kota provinsi baru tersebut.
Wacana ini sejatinya merupakan semangat untuk menghidupkan kembali daerah yang pernah dihapus dari peta, yaitu Kalimantan Tenggara.
Wilayah ini dihapus melalui Keputusan Presiden No. 139 Tahun 1950, saat masih menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat di bawah kekuasaan Belanda.
Upaya ini juga dapat ditemukan dalam karya Budi Suryadi dkk berjudul "Kalimantan Tenggara Dulu dan Kini", yang menggambarkan semangat untuk mencari identitas daerah yang telah hilang.
Namun, tentu saja, mewujudkan wacana ini tidaklah mudah.
Tidak hanya harus berhadapan dengan berbagai kepentingan pihak terkait, namun juga menunggu pencabutan moratorium pemekaran wilayah dari pemerintah.
Oleh karena itu, meskipun potensi dua tetangga Balikpapan untuk keluar dari Kalimantan Timur mungkin mengkhawatirkan, namun peluang terjadinya masih cukup kecil.***