Sepasang suami istri di Bontang, Kalimantan Timur, menjadi sorotan setelah diduga merekayasa kehamilan, kelahiran, hingga kematian bayi mereka. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian dan seluruh perbuatannya berstatus dugaan.
Pasutri yang diidentifikasi sebagai Andi Tar Rahayu dan Dandi itu sebelumnya mengumumkan kehamilan, lalu mengklaim bayi mereka lahir dan meninggal dunia. Dalam prosesi pemakaman, diduga digunakan guling mini yang dibalut kain kafan sebagai pengganti jenazah bayi. Setelah ramai diperbincangkan, pasutri tersebut memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf.
Alasan Pertama: Tekanan Mental
Alasan pertama yang disebut adalah tekanan mental. Pasutri ini disebut telah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak, sementara mereka sangat mendambakan keturunan. Tekanan itu diduga membesar seiring berjalannya waktu.
Alasan Kedua: Takut Dicap Mandul
Alasan kedua, mereka diduga takut dicap mandul atau tidak bisa memiliki anak, terutama oleh keluarga sendiri. Kekhawatiran terhadap stigma itulah yang diduga mendorong mereka merekayasa cerita kehamilan hingga pemakaman.
Masih Diselidiki Polres Bontang
Kasus ini belum berkekuatan hukum tetap. Polres Bontang melalui Kasat Reskrim Ipda Putra membenarkan adanya penyelidikan, dan sejumlah saksi telah diperiksa. Belum ada putusan pengadilan terkait dugaan perbuatan pasutri tersebut.
Kasus ini juga disebut-sebut mirip dengan dugaan kasus serupa yang pernah ramai di Jember, Jawa Timur, di mana pasutri di sana juga diduga merekayasa kehamilan, kelahiran, dan kematian bayi. Publik kini menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.