unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › RANS Carnival Sleman Sepi Diboikot, Tipe-X hingga Guyon Waton Mundur usai Polemik Bundaran HI
Hiburan

RANS Carnival Sleman Sepi Diboikot, Tipe-X hingga Guyon Waton Mundur usai Polemik Bundaran HI

RANS Carnival Sleman Sepi Diboikot, Tipe-X hingga Guyon Waton Mundur usai Polemik Bundaran HI
Raffi Ahmad berbicara saat Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia Tahun 2026. Foto: Liputan6.com
A A Ukuran Teks16px

RANS Carnival di Sleman, Yogyakarta, yang digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, berjalan lengang pada hari pertama setelah sejumlah musisi dan pelaku usaha memutuskan mundur di tengah gelombang boikot terhadap Raffi Ahmad.

Festival milik RANS Entertainment itu digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang ramai didatangi puluhan ribu penonton, suasana hari pertama kali ini tampak sepi.

Sejumlah musisi yang semula dijadwalkan tampil mengumumkan pengunduran diri sehari menjelang acara. Mereka antara lain Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho. Sejumlah tenant kuliner dan pelaku UMKM yang sudah menyiapkan stan juga memilih tidak melanjutkan keikutsertaan.

Alasan para musisi mundur

Manajemen Tipe-X mengumumkan keputusan itu lewat akun media sosial resminya dengan pesan singkat: mereka mundur dari acara ini dan berharap bertemu di lain pesta. Manajemen Guyon Waton menjelaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi sosial yang berkembang, demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan hubungan baik dengan semua pihak.

Gelombang penolakan ini bermula dari kekecewaan publik atas kehadiran Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada akhir Oktober 2026. Deklarasi tersebut diwarnai isu soal identitas sejumlah peserta yang diduga bukan mahasiswa asli.

Klarifikasi Raffi dan sikap panitia

Raffi Ahmad, yang juga menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menyampaikan klarifikasi lewat media sosial. Ia mengaku hadir sebagai undangan, dengan informasi yang baru diterima pada malam sebelum acara, dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun susunan acara deklarasi tersebut.

Panitia RANS Carnival menegaskan acara tetap dilanjutkan dengan konsep yang lebih sederhana, sebagai wadah bagi pekerja seni dan UMKM. Sementara itu, Polresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang belanja Rp50.000 untuk meramaikan acara, dan menegaskan personel yang dikerahkan hanya untuk pengamanan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru