unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa S? Sosok Predator Seksual Asal Jepara yang Melecehkan 31 ABG, Begini Kronologinya
News

Siapa S? Sosok Predator Seksual Asal Jepara yang Melecehkan 31 ABG, Begini Kronologinya

Siapa S? Sosok Predator Seksual Asal Jepara yang Melecehkan 31 ABG, Begini Kronologinya
Predator • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Siapa S? Sosok Predator Seksual Asal Jepara yang Melecehkan 31 ABG, Begini Kronologinya
Predator Seksual di Jepara Terbongkar: Gelar Habib Tak Halangi Kejahatan ke 31 Anak di Bawah Umur
Kasus kejahatan seksual yang melibatkan Safiq bin Zainal Abidin Alaydrus, pria 21 tahun asal Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, mengguncang masyarakat.Pelaku yang akrab disapa S ini berhasil merayu 31 korban anak di bawah umur dengan modus mengejutkan. Fakta-fakta terkait latar belakang pelaku dan modus operandinya pun perlahan terungkap, termasuk gelar "Habib" yang melekat padanya.

Kehidupan Sehari-hari Pelaku: Pendiam dan Tertutup
Bekerja di bidang usaha konveksi menjadi aktivitas rutin S selama ini. Namun, tetangga menggambarkan pria ini sebagai individu yang pendiam dan jarang bergaul. "Dia pulang kerja langsung masuk rumah. Tidak pernah terlihat keluyuran atau berinteraksi dengan warga," kata Ketua RT 2 RW 3 Desa Sendang, Jazuri, Jumat (2/5/2025). Sikap sopan dan tidak bermasalah membuat warga tidak menduga ada sisi gelap dalam diri S.

Kejutan Saat Penggeledahan: Warga Berkerumun
Penangkapan S oleh tim gabungan Polda Jawa Tengah pada Rabu (30/4/2025) memicu keterkejutan besar. Ratusan warga berdatangan ke rumah pelaku untuk menyaksikan penggeledahan. "Kami semua syok. Selama ini dia dikenal baik, tidak pernah terlibat konflik," tambah Jazuri. Proses hukum yang dilakukan polisi menjadi sorotan karena jumlah korban yang mencapai 31 orang, mayoritas remaja perempuan.

Gelar Habib dan Latar Belakang Keluarga Terkuak
Dilansir dari Jawa Pos Radar Kudus , nama lengkap pelaku adalah Safiq bin Zainal Abidin Alaydrus. Ia menggunakan gelar "Habib", yang biasanya disematkan pada keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Hasan bin Ali. Keluarga Alaydrus sendiri memiliki akar sejarah kuat di Hadhramaut, Yaman, dan dikenal sebagai salah satu marga terpandang di Nusantara. Fakta ini memicu pertanyaan publik tentang bagaimana seseorang dengan latar belakang keagamaan bisa terlibat kejahatan serius.

Modus Operandi: Rayuan Berkedok Agama?
Meski belum diungkap secara detail, polisi menduga S memanfaatkan kedekatan emosional atau bahkan tekanan psikologis untuk memperdayai korban. Kepercayaan masyarakat terhadap gelar kehormatannya kemungkinan menjadi alat untuk memuluskan aksi. "Kami sedang menelusuri apakah ada indikasi penyalahgunaan simbol religius dalam modus kejahatannya," ujar Brigjen Pol Nurul Azizah, Direktur Tipid PPA-PPO Bareskrim Polri.

Respons Polri: Pendampingan Korban dan Koordinasi Lintas Sektor
Untuk memastikan pemulihan korban, Bareskrim Polri mengerahkan tim multidisiplin, termasuk Puslabfor, Pusident, dan Pusdokkes. Korban juga mendapat pendampingan psikologis dari lembaga sosial dan rumah sakit. "Kami akan memperkuat koordinasi dengan KPAI, UPTD PPA, dan organisasi masyarakat untuk melindungi hak-hak korban dan mencegah kejadian serupa," tegas Brigjen Nurul.

Kasus Ini Jadi Peringatan bagi Masyarakat
Kasus ini menjadi cermin betapa berbahayanya predator seksual yang bersembunyi di balik citra baik. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perilaku mencurigakan, terutama di lingkungan sekitar. "Jangan mudah percaya hanya karena seseorang memiliki gelar atau status sosial tinggi. Prioritaskan keselamatan anak-anak kita," pungkas Nurul.

Dengan jumlah korban yang mencapai puluhan, kasus ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kejahatan seksual di Jawa Tengah. Proses hukum terhadap S diharapkan memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak di bawah umur.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru