Tragedi Danau Toba: Tiga Remaja Tewas Saat Menyelam Cari Ikan, Begini Kronologinya
air terjun-pixabay-
Tragedi Danau Toba: Tiga Remaja Tewas Saat Menyelam Cari Ikan, Begini Kronologinya
Sebuah tragedi menimpa tiga remaja asal Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Mereka ditemukan tewas tenggelam di kawasan perairan Danau Toba, tepatnya di Pelabuhan Feri Onan Runggu, Minggu (18/5/2025), setelah dilaporkan menghilang sejak Sabtu sore (17/5/2025). Tragedi ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kesadaran dan kehati-hatian saat melakukan aktivitas di air.
Para korban yang masih berusia belia yakni Rieguel Hutagaol (17), Bryan Samosir (18), dan Aldi Samosir (18) dinyatakan meninggal dunia akibat insiden yang terjadi ketika mereka mencoba menyelam mencari ikan menggunakan spear gun atau senapan ikan. Awalnya, kelima remaja tersebut sedang melakukan ekspedisi ringan di sekitar pelabuhan feri untuk mencari ikan, namun situasi berubah dramatis ketika salah satu dari mereka tidak kunjung muncul ke permukaan.
Kronologi Duka
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa bermula pada Sabtu (17/5/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Bryan Samosir yang merupakan salah satu dari lima remaja turut menyelam untuk mencari ikan. Namun, Bryan tak kunjung muncul kembali ke permukaan. Melihat hal tersebut, dua temannya, Rieguel Hutagaol dan Aldi Samosir, memutuskan untuk menyelam guna mencari Bryan dengan membawa senter sebagai alat penerangan.
Sayangnya, usaha heroik dua remaja itu berujung petaka. Baik Rieguel maupun Aldi juga tidak berhasil kembali ke permukaan. Teman-teman mereka yang panik langsung melaporkan kejadian itu ke warga desa dan pihak kepolisian setempat. Laporan itulah yang memicu pencarian intensif selama kurang lebih 24 jam oleh tim gabungan SAR dan instansi terkait.
Pencarian Intensif Tim SAR
Setelah menerima laporan dari Polsek Onan Runggu, Tim Rescue Pos SAR Parapat bersama berbagai pihak gabungan langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian. Seluruh personel dikerahkan dengan perlengkapan lengkap guna mempercepat proses evakuasi.
Pada hari Minggu pagi, ketiga jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad mereka kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Onan Runggu untuk dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Kantor Basarnas Medan, Hery Marantika, turut menyampaikan rasa dukacita mendalam atas musibah yang menimpa para remaja tersebut.
"Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Tim SAR telah bekerja keras sejak awal menerima laporan. Kami terus berupaya semaksimal mungkin meski kondisi lapangan cukup menantang," ujar Hery.